Harga Emas Dunia Bertahan Kuat di Atas 4500 Dolar AS per Ons Troi

Harga Emas Dunia Bertahan Kuat di Atas 4500 Dolar AS per Ons Troi
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia Bertahan Kuat di Atas 4500 Dolar AS per Ons Troi.

Komoditas emas dunia mampu mempertahankan posisinya di atas level 4.500 dolar AS per ons troi pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah sempat melemah di awal sesi. Dilansir dari Investor Daily, pergerakan ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Nilai emas spot ditutup melemah tipis sebesar 0,01 persen ke posisi US$ 4.543,28 per ons troi, setelah sempat merosot hingga 1 persen. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Juni mencatatkan penurunan sebesar 0,3 persen ke level US$ 4.544,2 per ons troi.

Faktor pendukung pergerakan logam mulia ini berasal dari pelemahan indeks dolar AS serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sekitar 0,2 persen. Sejak konflik geopolitik meletus pada akhir Februari, harga emas tercatat telah terkoreksi lebih dari 14 persen akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz.

ÔÇ£Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun pasar masih cenderung hati-hati karena beberapa kesepakatan sebelumnya juga sempat gagal,ÔÇØ ujar Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant.

Situasi di pasar energi yang volatil dan memicu kekhawatiran inflasi turut memengaruhi proyeksi kebijakan moneter. Data CME FedWatch Tool menunjukkan ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin tahun ini meningkat menjadi 58 persen dari sebelumnya 48 persen.

ÔÇ£Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun pasar masih cenderung hati-hati karena beberapa kesepakatan sebelumnya juga sempat gagal,ÔÇØ ujar Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant.

Di sisi lain, potensi lonjakan harga minyak dinilai dapat menekan bank sentral untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek.

ÔÇ£Turunnya harga minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek. Namun pasar masih cenderung hati-hati karena beberapa kesepakatan sebelumnya juga sempat gagal,ÔÇØ ujar Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant.

Pada perdagangan logam mulia lainnya, harga perak melonjak sebesar 1,1 persen ke tingkat US$ 76,68 per ons. Selanjutnya, komoditas platinum mengalami penguatan sebesar 0,85 persen menjadi US$ 1.970 per ons, dan palladium bertambah 0,87 persen ke posisi US$ 1.388,46 per ons.

Artikel terkait

Rekomendasi