Harga Emas Dunia 21 Mei 2026 Naik Terbatas Saat Negosiasi AS-Iran Memasuki Tahap Akhir

Harga Emas Dunia 21 Mei 2026 Naik Terbatas Saat Negosiasi AS-Iran Memasuki Tahap Akhir
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia 21 Mei 2026 Naik Terbatas Saat Negosiasi AS-Iran Memasuki Tahap Akhir.

Harga emas dunia mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Kamis (21/5/2026) pagi. Pergerakan ini dipicu oleh tarik-menarik sentimen antara prospek perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran serta kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Seperti dikutip dari Investor Daily, harga emas spot terpantau naik 0,1% menjadi US$ 4.548,07 per ons troi saat laporan ini ditulis. Komoditas ini sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (20/5/2026) setelah menyentuh level terendah sejak 30 Maret 2026.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Juni 2026 tercatat menguat sebesar 0,15% ke posisi US$ 4.553,45 per ons troi.

Dikutip dari Reuters, fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada kelanjutan perundingan antara pihak AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembahasan dengan Iran telah masuk ke fase akhir.

"pembicaraan dengan Iran telah memasuki tahap akhir" kata Donald Trump.

Meski demikian, Donald Trump tetap memberikan peringatan mengenai potensi serangan susulan sekiranya kesepakatan tersebut berakhir buntu.

Respons serupa datang dari pihak Iran yang memperingatkan risiko perluasan perang di kawasan Timur Tengah jika negara mereka kembali mendapat serangan. Ketegangan geopolitik ini memaksa para investor mengambil sikap berhati-hati walau peluang meredanya konflik sempat terbuka.

Sinyal positif dari negosiasi damai tersebut sebelumnya telah menekan harga minyak mentah dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Situasi ini sempat memberi dorongan pada bursa saham global sekaligus menyokong pergerakan harga emas.

Bayang-Bayang Risiko Inflasi dan Kebijakan The Fed

Tekanan bagi pasar emas masih datang dari risiko inflasi global yang diperkirakan bertahan di level tinggi. Dokumen risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) edisi April menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat bank sentral AS membuka peluang untuk memperketat kebijakan moneter.

Langkah pengetatan lanjutan akan diambil apabila laju inflasi tidak kunjung turun ke target target 2%. Para pejabat bank sentral menilai kondisi pasar tenaga kerja AS masih solid yang ditandai dengan tingkat pengangguran stabil dan penyerapan tenaga kerja di atas estimasi.

Kondisi ekonomi tersebut memicu pandangan bahwa urgensi untuk memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat menjadi semakin mengecil.

Penurunan Kepemilikan ETF dan Harga Logam Mulia Lain

Di sisi lain, SPDR Gold Trust selaku ETF emas terbesar di dunia melaporkan adanya penurunan cadangan. Kepemilikan emas lembaga tersebut menyusut 0,2% menjadi 1.041,74 ton pada perdagangan Selasa (20/5/2026).

Untuk komoditas logam mulia lainnya, harga perak terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,5% menuju level US$ 76,29 per ons. Selanjutnya, platinum menguat tipis 0,04% ke posisi US$ 1.954,63 per ons, sedangkan palladium merangkak naik 0,16% ke angka US$ 1.378,17 per ons.

Artikel terkait

Rekomendasi