Harga Emas Dunia 19 Mei 2026 Bergerak Stabil Usai Ketegangan AS-Iran Mereda

Harga Emas Dunia 19 Mei 2026 Bergerak Stabil Usai Ketegangan AS-Iran Mereda
Foto: Ilustrasi Harga Emas Dunia 19 Mei 2026 Bergerak Stabil Usai Ketegangan AS-Iran Mereda.

Harga emas dunia dilaporkan bergerak stabil pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta penurunan harga minyak mentah global.

Situasi tersebut dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memilih untuk menunda rencana aksi militer terhadap Iran. Keputusan ini dinilai berhasil meredakan kecemasan pelaku pasar terkait risiko lonjakan inflasi dan potensi bertahannya suku bunga tinggi.

Seperti dikutip dari Internasional, harga emas spot terpantau mandek di posisi US$ 4.565,40 per ons troi pada pukul 01.03 GMT. Pada sesi perdagangan sebelumnya, komoditas logam mulia ini sempat merosot hingga menyentuh titik terendahnya sejak 30 Maret.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk masa pengiriman Juni mencatatkan kenaikan sebesar 0,2 persen. Nilai instrumen tersebut kini berada pada level US$ 4.567,90 per ons troi.

Melemahnya nilai tukar dolar AS menjadi faktor pendorong bagi pergerakan harga emas. Kondisi mata uang ini membuat logam mulia menjadi lebih murah bagi para investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lain.

Sentimen di pasar keuangan berangsur membaik setelah Donald Trump pada Senin (18/5) mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap Iran. Langkah diplomasi ini diambil guna membuka ruang negosiasi demi mengakhiri perselisihan antara AS, Israel, dan Iran.

Kebijakan penundaan tersebut diputuskan setelah pihak Teheran melayangkan proposal perdamaian baru kepada Washington. Di sisi lain, harga minyak mentah di pasar Asia langsung merosot lebih dari 2 persen karena pelaku pasar mengantisipasi berakhirnya konflik di Timur Tengah.

Sebelumnya, tingginya harga minyak dunia sempat memicu kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi global. Walaupun emas kerap dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai inflasi, peningkatan suku bunga acuan umumnya memberikan dampak negatif karena emas tidak menghasilkan imbal hasil.

Transisi Kepemimpinan Federal Reserve dan Kebijakan Ghana

Terkait kebijakan moneter, Kevin Warsh dijadwalkan akan resmi dilantik oleh Presiden Trump sebagai Ketua Federal Reserve pada Jumat mendatang. Warsh bakal menakhodai bank sentral AS di tengah kondisi tekanan inflasi yang terus merangkak naik.

Situasi makroekonomi ini diprediksi dapat mempersulit agenda penurunan suku bunga acuan yang selama ini diinginkan oleh Trump. Dinamika internal bank sentral tersebut turut menjadi perhatian besar bagi para pelaku pasar emas.

Sementara itu, dari sektor industri tambang, pemerintah Ghana menerapkan kebijakan baru dengan meminta korporasi tambang emas skala besar untuk menjual 30 persen hasil produksi tahunan mereka kepada bank sentral. Angka kewajiban ini meningkat dari ketentuan sebelumnya yang hanya sebesar 20 persen sebagai bagian strategi penguatan cadangan devisa.

Pergerakan komoditas logam mulia lainnya menunjukkan tren penurunan. Harga perak spot melemah 0,3 persen ke posisi US$ 77,58 per ons troi, platinum turun 0,2 persen ke level US$ 1.976,15, dan paladium terkoreksi 0,6 persen menjadi US$ 1.409,75 per ons troi.

Artikel terkait

Rekomendasi