Harga Emas Antam Turun ke Rp2.839.000 per Gram

Harga Emas Antam Turun ke Rp2.839.000 per Gram
Foto: Ilustrasi Harga Emas Antam Turun ke Rp2.839.000 per Gram.

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan menjadi Rp2.839.000 per gram pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Penurunan harga komoditas logam mulia ini terjadi di tengah pergerakan harga emas global yang cenderung stabil selama sesi awal perdagangan di pasar Asia.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara melalui situs resmi Logam Mulia, nilai tersebut menunjukkan koreksi sebesar Rp1.000 dibandingkan posisi pada Kamis, 7 Mei 2026. Tren penurunan serupa juga melanda harga beli kembali atau buyback emas Antam yang kini berada di level Rp2.644.000 per gram.

Setiap transaksi pembelian emas batangan di Antam tetap mengikuti regulasi perpajakan yang berlaku. Sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.19/2017, pemegang NPWP dikenakan potongan pajak penghasilan sebesar 0,45 persen, sementara pembeli tanpa NPWP dikenakan tarif lebih tinggi yakni 0,9 persen.

Daftar Harga Emas Antam Setelah Pajak (8 Mei 2026)
UkuranHarga Setelah Pajak (Rp)
0,5 gram1.473.174
1 gram2.846.098
2 gram5.632.045
3 gram8.423.005
5 gram14.004.925
10 gram27.954.713
25 gram69.760.968
50 gram139.442.738
100 gram278.807.280
250 gram696.752.538
500 gram1.393.294.550
1000 gram2.786.549.000

Kondisi Pasar Emas Global

Di pasar internasional, harga emas spot (XAU/USD) terpantau bertahan di kisaran 4.685 dolar AS per ons troi. Investor saat ini memilih bersikap menunggu menjelang publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat periode April yang diprediksi memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Para ekonom memproyeksikan adanya penambahan sekitar 62.000 lapangan kerja baru dengan tingkat pengangguran yang stabil pada angka 4,3 persen. Data ketenagakerjaan yang kuat berisiko memperkuat posisi dolar AS dan memberikan tekanan tambahan pada harga emas di masa mendatang.

Selain faktor ekonomi, meredanya tensi geopolitik menyusul potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi minat investor terhadap aset aman. Meskipun demikian, ketidakpastian mengenai kebijakan moneter bank sentral AS masih menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar logam mulia.

Artikel terkait

Rekomendasi