Harga emas batangan Antam di PT Pegadaian (Persero) mengalami penurunan tajam sebesar Rp52.000 per gram pada perdagangan hari ini, Minggu (17/5/2026). Penurunan signifikan ini membawa harga logam mulia ke level Rp2.866.000 per gram dibandingkan dengan posisi pada hari Sabtu kemarin.
Langkah penurunan ini mengikuti pergerakan pasar global yang sedang menekan nilai komoditas logam mulia. Selain harga jual, harga beli kembali atau buyback yang ditetapkan Pegadaian untuk emas Antam juga merosot Rp27.000 menjadi Rp2.590.000 per gram.
Kondisi penurunan ini berbanding terbalik jika melihat data satu pekan sebelumnya. Berdasarkan komparasi data, harga emas Antam di Pegadaian pada tanggal 8 Mei 2026 sempat berada di level Rp2.933.000 per gram dengan harga buyback sebesar Rp2.539.000 per gram.
Bukan hanya produk Antam yang mengalami koreksi pada akhir pekan ini. Pegadaian juga memperbarui daftar harga untuk produk emas batangan lainnya seperti Galeri 24 dan UBS yang kompak menunjukkan tren penurunan serupa.
Para pelaku pasar dan investor ritel yang memanfaatkan instrumen ini biasanya memantau pergerakan grafik harga emas batangan antam secara berkala untuk menentukan momentum transaksi. Penurunan harga harian ini dinilai menjadi koreksi terdalam dalam beberapa pekan terakhir pada bulan Mei.
Berikut adalah tabel rincian harga emas batangan di Pegadaian untuk pecahan 1 gram pada hari ini:
| Jenis Emas | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| Antam | 2.866.000 | 2.590.000 |
| Galeri 24 | ÔÇô | ÔÇô |
| UBS | ÔÇô | ÔÇô |
Tren Harga Emas Dunia Melemah
Penurunan nilai logam mulia di tingkat domestik ini dipicu oleh tren harga emas dunia terbaru yang bergerak melemah di pasar internasional. Komoditas emas global tertekan di bawah level psikologis baru.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga emas dunia ditutup pada angka 4.547,89 dolar AS per troy ons pada penutupan perdagangan akhir pekan. Angka tersebut mencerminkan penurunan harian sebesar 2,22 persen serta koreksi mingguan yang mencapai sekitar 2 persen.
Kelesuan pasar komoditas global pada tanggal 15 Mei 2026 ternyata tidak hanya melanda emas, melainkan juga terjadi pada mayoritas produk logam lainnya. Koreksi massal ini menekan performa komoditas tambang secara global.
Berikut adalah daftar performa harga penutupan komoditas logam dunia:
- Emas: 4.547,89 USD per troy ons (turun 2,22%)
- Perak: 75,75 USD (turun 9,18%)
- Tembaga: 6,25 USD (turun 4,81%)
- Platina: 1.991,80 USD (turun 4,76%)
- Litium: 192.000,00 USD (turun 1,54%)
- Baja: 3.211,00 USD (turun 0,86%)
- Bijih Besi: 110,77 USD (turun 0,32%)
Penyebab Pergeseran Nilai Komoditas
Banyak investor pemula mempertanyakan mengenai penyebab harga emas turun secara mendadak setelah sebelumnya sempat perkasa. Secara historis, logam mulia telah melewati berbagai siklus pergerakan yang dinamis.
Faktor makroekonomi global dan penguatan nilai mata uang asing sering kali menjadi jawaban di balik pertanyaan "kenapa harga emas naik turun" di pasar. Fluktuasi ini biasa terjadi karena emas dinilai sebagai aset lindung nilai yang sensitif terhadap kebijakan moneter global.
Meskipun grafik dalam kurun waktu sebulan terakhir menunjukkan tren penurunan sebesar 5,03 persen, performa emas secara tahunan masih mencatatkan pertumbuhan positif. Jika dibandingkan dengan posisi setahun yang lalu, nilai emas mengalami peningkatan sebesar 41,95 persen.
Performa jangka panjang ini masih jauh di bawah titik tertinggi sepanjang masa untuk logam mulia emas yang pernah tercapai pada Januari 2026 silam, yakni di level 5.608,35 dolar AS per troy ons.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Pegadaian sebagai salah satu lembaga keuangan non-bank tetap melayani transaksi penjualan dan pembelian kembali logam mulia di seluruh unit layanan. Pergerakan harga besok akan kembali menyesuaikan dengan pembukaan pasar finansial internasional pada awal pekan.