Nilai investasi logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang tersedia di Pegadaian mencatatkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, harga emas batangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada perdagangan awal pekan ini.
Dikutip dari Money, harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok sebesar Rp 2.938.000 pada Senin (27/4/2026). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 20.000 dibandingkan dengan posisi harga pada hari sebelumnya.
Kenaikan tersebut juga diikuti oleh penyesuaian harga buyback atau harga jual kembali oleh konsumen yang kini berada di level Rp 2.643.000. Selisih antara harga jual dan buyback menjadi perhatian penting bagi para investor jangka pendek.
Laman resmi Galeri 24 Pegadaian melaporkan ketersediaan stok emas mencakup berbagai ukuran, mulai dari satuan terkecil 0,5 gram hingga 100 gram. Namun, untuk ukuran besar seperti 250 gram hingga 1.000 gram dilaporkan belum tersedia hari ini.
| Ukuran Emas | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 1.522.000 | 1.321.000 | 2.938.000 |
| 2.643.000 | 5.814.000 | 5.286.000 |
| 8.695.000 | 7.929.000 | 14.456.000 |
| 13.216.000 | 28.855.000 | 26.432.000 |
| 72.007.000 | 65.756.000 | 143.931.000 |
| 131.513.000 | 287.781.000 | 263.027.000 |
Analisis Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Fluktuasi harga emas domestik ini tidak lepas dari pengaruh dinamika pasar global. Pada penutupan pekan lalu, harga emas dunia berada di posisi 4.708 dollar AS per troy ons, yang memicu penyesuaian harga di level ritel Indonesia.
"Volatilitas harga emas masih tinggi dalam jangka pendek, dengan peluang penguatan jika didorong ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga energi," kata pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi.
Ibrahim memproyeksikan bahwa dalam skenario penguatan lanjutan, harga emas di pasar domestik berpotensi mendekati angka Rp 2.980.000 per gram. Faktor lain yang memperkuat harga adalah tingginya permintaan fisik dari negara-negara anggota BRICS.
Kondisi pasar yang dinamis ini dipandang sebagai instrumen perlindungan nilai yang stabil. Setiap terjadi koreksi harga di pasar sering kali dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi aset safe haven guna menjaga nilai kekayaan mereka.