Nilai jual logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 30 April 2026. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Suara, harga emas batangan untuk ukuran satu gram kini dipatok sebesar Rp 2.769.000.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp 15.000 jika dibandingkan dengan posisi perdagangan pada Rabu, 29 April 2026. Tren penurunan ini juga berdampak pada harga pembelian kembali atau buyback yang ditetapkan oleh perusahaan.
Harga buyback emas Antam saat ini berada di level Rp 2.549.000 per gram. Nilai tersebut merosot cukup tajam sebesar Rp 24.000 dari posisi buyback pada hari sebelumnya.
Sesuai dengan ketentuan dalam PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3, setiap transaksi emas batangan dikenakan pajak penghasilan. Nominal yang tertera dalam daftar harga dasar belum mencakup kewajiban PPh tersebut.
Pemegang NPWP akan dikenakan potongan PPh sebesar 0,45 persen, sementara bagi masyarakat yang tidak menyertakan NPWP akan dikenakan tarif lebih tinggi yaitu 0,9 persen. Potongan pajak ini langsung diproses pada saat transaksi dilakukan di gerai Logam Mulia.
| Ukuran Emas | Harga Setelah Pajak (Rp) |
|---|---|
| 1.438.086 | 2.775.923 |
| 5.491.695 | 8.212.480 |
| 13.654.050 | 27.252.963 |
| 68.006.593 | 135.933.988 |
| 271.789.780 | 679.208.788 |
| 1.358.207.050 | 2.716.374.000 |
Dinamika Harga Emas Global
Berbeda dengan pasar domestik, harga emas dunia justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan. Melansir data Reuters, harga emas spot naik 0,6 persen menjadi 4.566,73 dolar AS per ons pada sesi perdagangan terbaru.
Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat komoditas logam mulia menjadi lebih terjangkau bagi pemilik mata uang lainnya. Di sisi lain, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga terangkat 0,4 persen ke posisi 4.578,50 dolar AS per ons.
Meski menguat, pergerakan emas masih dibatasi oleh kekhawatiran inflasi akibat tingginya harga minyak mentah dunia. Saat ini, minyak Brent masih bertahan di atas level 119 dolar AS per barel seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Selain faktor geopolitik, pasar juga tengah mencermati kebijakan moneter Federal Reserve dan isu pergantian kepemimpinan bank sentral AS. Nama Kevin Warsh santer disebut sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai ketua The Fed dalam waktu dekat.
Data dari Dewan Emas Dunia menunjukkan adanya peningkatan permintaan emas global sebesar 2 persen menjadi 1.230,9 metrik ton pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh aksi borong emas batangan oleh bank sentral dan investor ritel.