Harga Emas Antam 19 Mei 2026 Stagnan Saat Rupiah Terpuruk

Harga Emas Antam 19 Mei 2026 Stagnan Saat Rupiah Terpuruk
Foto: Ilustrasi Harga Emas Antam 19 Mei 2026 Stagnan Saat Rupiah Terpuruk.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau masih melemah dan menjauh dari target pemerintah. Di tengah kondisi mata uang Garuda yang tertekan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru berjalan di tempat pada perdagangan Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia pukul 05.26 WIB, seperti dikutip dari Suara, harga emas Antam hari ini dipatok Rp2.764.000 per gram. Angka ini tercatat stabil alias tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan harga pada Senin (18/5/2026) kemarin.

Bagi masyarakat yang ingin mengoleksi pecahan lebih kecil, ukuran 0,5 gram dibanderol seharga Rp1.432.000. Meski stagnan, posisi harga emas ini dinilai masih tergolong tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjadi pilihan investasi saat rupiah kian loyo.

Setiap pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sesuai dengan PMK Nomor 34 Tahun 2017. Pemilik NPWP hanya dikenakan tarif pajak sebesar 0,25 persen, sedangkan pembeli tanpa NPWP dikenakan tarif lebih tinggi yaitu 0,9 persen.

Sementara itu, transaksi buyback atau jual kembali dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan potongan pajak sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP. Bagi non-NPWP, potongan pajak yang diterapkan mencapai 3 persen.

Rupiah Melemah Melampaui Target APBN

Pelemahan mata uang rupiah belakangan ini memicu kekhawatiran setelah bertengger di kisaran Rp17.655 per dolar AS pada Senin (18/5). Angka tersebut telah melampaui jauh asumsi makro dalam APBN 2026 yang dipatok pada level Rp16.500.

Sebelumnya, pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5) yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar sempat memicu debat panas. Secara harfiah hal itu ada benarnya, namun pasar valuta asing sangat sensitif terhadap persepsi dan sinyal dari pimpinan negara.

Meski warga desa tidak bertransaksi menggunakan dolar, penurunan kurs tetap membawa dampak langsung pada masyarakat luas. Melemahnya rupiah berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga obat-obatan.

Artikel terkait

Rekomendasi