Pedagang Pasar Baru Bekasi Keluhkan Lonjakan Harga Cabai dan Bawang

Pedagang Pasar Baru Bekasi Keluhkan Lonjakan Harga Cabai dan Bawang
Foto: Ilustrasi Pedagang Pasar Baru Bekasi Keluhkan Lonjakan Harga Cabai dan Bawang.

Lonjakan harga komoditas cabai dan bawang terjadi di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi dalam dua bulan terakhir hingga memicu penurunan omzet pedagang secara signifikan. Kondisi kenaikan harga pangan yang dikeluhkan para pedagang ini dilaporkan pada Jumat (22/5/2026).

Kenaikan harga yang terjadi sejak Maret 2026 atau menjelang Lebaran ini mengakibatkan aktivitas belanja di pasar tradisional tersebut menjadi sepi. Berdasarkan data pemantauan pasar, komoditas cabai rawit merah saat ini mencatatkan lonjakan harga tertinggi di antara bahan pangan lainnya, seperti dilansir dari Megapolitan.

Afrida, seorang pedagang cabai dan bawang di Pasar Baru Bekasi menjelaskan situasi kenaikan harga komoditas yang ia jual saat ini.

ÔÇ£Cabai sekarang lagi mahal, naik harganya. Cabai merah yang tadinya Rp 35.000 sekarang jadi Rp 50.000 sampai Rp 60.000, bawang merah juga sama. Apalagi cabai rawit sudah Rp 85.000. Enggak ada yang murah sekarang,ÔÇØ ujar Afrida.

Kondisi pasar yang semakin sepi akibat penurunan daya beli masyarakat tersebut membuat omzet harian para pedagang merosot drastis hingga puluhan persen.

ÔÇ£Pembelinya enggak ada. Semakin ke sini dagang juga mulai sepi, barangnya pada mahal. Omzet jadi turun sekitar 40 persen,ÔÇØ kata Afrida.

Menurutnya, penurunan jumlah kunjungan ke pasar tradisional ini juga dipengaruhi oleh perubahan perilaku belanja konsumen.

ÔÇ£Sekarang daya beli masyarakat lemah, berkurang. Pasar enggak ada orang. Kalah sama online,ÔÇØ ucap Afrida.

Meskipun jumlah belanjaan dari pelanggan yang tersisa kini berkurang jauh, ia memilih untuk tetap bertahan berdagang di lapaknya.

ÔÇ£Yang dulunya belanja Rp 300.000, sekarang Rp 100.000. Sekarang mah harus sabar,ÔÇØ ujar Afrida.

Keluhan mengenai lonjakan harga ini juga diutarakan oleh Hasanudin, pedagang sayur lain di pasar yang sama.

ÔÇ£Yang naik itu cabai rawit, tomat, kentang, sama jenis sayuran lainnya. Hampir semuanya naik lah,ÔÇØ kata Hasanudin.

Ia memaparkan secara rinci mengenai rincian kenaikan harga pada setiap jenis komoditas sayuran yang ia jajakan sehari-hari.

ÔÇ£Cabai rawit merah kini mencapai Rp 85.000 per kilogram, naik dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar Rp 40.000 per kilogram. Cabai keriting aja sekarang Rp 50.000 yang dulunya Rp 30.000. Bawang merah sekarang Rp 50.000, sebelumnya Rp 40.000,ÔÇØ ujar Hasanudin.

Kenaikan harga tersebut diperkirakan terjadi akibat melonjaknya biaya produksi di tingkat petani serta hambatan pada jalur distribusi pangan global.

ÔÇ£Mungkin penyebabnya karena obat-obatan buat sayur lagi mahal. Ditambah lagi ada perang, jadi kenaikan ini sudah hampir dua bulan,ÔÇØ kata Hasanudin.

Akibat sepinya pembeli, pendapatan harian yang diperoleh Hasanudin kini berkurang hingga separuh dari jumlah biasanya.

ÔÇ£Biasanya omzet sehari bisa Rp 3 juta, sekarang hilang setengahnya. Barang-barang juga kalau enggak habis jadi layu,ÔÇØ ujar Hasanudin.

Ia mengidentifikasi adanya pergeseran pola konsumsi pada masyarakat yang kini cenderung memilih metode belanja instan secara daring.

ÔÇ£Sekarang orang lebih banyak belanja online. Maunya instan, jadi yang datang ke pasar berkurang jauh,ÔÇØ kata Hasanudin.

Hasanudin mengharapkan adanya langkah nyata dari pihak berwenang untuk meredam lonjakan harga komoditas pangan pokok tersebut.

ÔÇ£Harapan saya pemerintah bisa menurunkan harga atau setidaknya menstabilkan harga supaya rakyat enak belanja,ÔÇØ ujar Hasanudin.

Aparatur pemantau pasar memberikan konfirmasi mengenai stabilitas pasokan serta rincian harga eceran tertinggi yang berlaku di pasar saat ini.

ÔÇ£Saat ini cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi, sekitar Rp 85.000 per kilogram,ÔÇØ jelas Syaiful Ridwan, Pengawas Pasar Baru Bekasi.

Data resmi mencatat harga bawang merah berada pada angka Rp 45.000 per kilogram, bawang putih biasa Rp 30.000 per kilogram, dan bawang putih cutting Rp 34.000 per kilogram.

ÔÇ£Saat ini distribusi bahan pangan ke Pasar Baru Bekasi masih berjalan normal, jadi bahan-bahan tetap tersedia di pasaran,ÔÇØ ujar Syaiful Ridwan.

Artikel terkait

Rekomendasi