Aset kripto Bitcoin (BTC) berhasil menembus level US$74.000 pada perdagangan Senin (16/3/2026) pukul 11.55 WIB. Berdasarkan data dari coinmarketcap.com yang dikutip dari Investortrust, mata uang kripto utama ini bergerak aktif dalam rentang US$72.000 hingga US$74.400.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga Bitcoin mencatatkan lonjakan sebesar 2,87%. Pergerakan positif ini membawa BTC diperdagangkan pada level US$73.501 pada pukul 15.01 WIB setelah berhasil melewati indikator MA-50.
Penguatan ini turut mendorong dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) hingga menyentuh kisaran 59,3%. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 2% menjadi US$2,45 triliun.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mencatat, Bitcoin berhasil mencatatkan kenaikan 10% dalam sepekan terakhir, yakni 9-16 Maret. Bitcoin naik bertahap dari US$66.000 pekan lalu hingga stabil diperdagangkan di atas level support US$71.000 saat ini.
"Meskipun harga BTC saat ini masih terkoreksi sekitar 43% dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) US$126.000 pada Oktober lalu, Bitcoin menunjukkan momentum pemulihan yang cukup solid setelah sempat anjlok ke titik US$60.000 pada awal Februari 2026," papar Panji, Senin (16/3/2026).
Di sisi lain, Ethereum diproyeksikan bergerak di sekitar harga US$2.100 hingga US$2.300. Perhatian para pelaku pasar saat ini sedang tertuju pada pengumuman kebijakan suku bunga oleh The Fed yang dijadwalkan meluncur pada Kamis (19/3/2026) dini hari.
Suku bunga acuan AS diprediksi kuat akan bertahan pada level 3,50% hingga 3,75%. Pidato Gubernur The Fed dinantikan investor untuk membaca arah ekonomi, khususnya mengenai dampak ketegangan geopolitik terhadap inflasi global lewat fluktuasi harga minyak.
Sektor aset kripto berbasis kecerdasan buatan (AI) juga ikut meroket dalam sepekan terakhir menjelang konferensi NVIDIA GTC. Lonjakan dipimpin oleh ARIA sebesar 91,55% dan TAO 54,75%, serta kenaikan solid RENDER dan FET sekitar 38%.
Sentimen positif jangka pendek untuk Bitcoin turut didukung oleh tenggat waktu SEC yang tersisa 12 hari lagi. Lembaga pengawas keuangan AS tersebut akan memutuskan nasib 91 aplikasi ETF aset kripto secara serentak pada 27 Maret 2026.
"Ini merupakan salah satu gelombang persetujuan produk kripto terbesar dalam sejarah," imbuh Panji.
Minat investor institusional terhadap Bitcoin tetap kokoh, tecoret dari data SoSoValue yang menunjukkan aliran dana masuk bersih (net inflow) ETF Bitcoin spot sebesar US$767,33 juta sepanjang periode 9ÔÇô13 Maret 2026.
Inflow ini terjadi secara konsisten setiap hari bursa dengan puncaknya pada 10 Maret yang mencapai US$250,92 juta.
"Performa impresif ini memperpanjang tren positif menjadi tiga minggu berturut-turut, di mana total net inflow kumulatif selama periode tersebut telah mencapai sekitar US$2,12 miIiar," kata Panji.