Pasar aset kripto mengawali tahun 2024 dengan performa yang sangat impresif. Dilansir dari Investortrust, harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus level psikologis US$ 45.000 pada perdagangan Selasa, 2 Januari 2024 pukul 08.00 WIB.
Lonjakan ini mencatatkan kenaikan sebesar 5,87% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Pencapaian tersebut sekaligus membawa mata uang kripto nomor satu ini kembali menyentuh level tertingginya sejak tahun lalu.
Pergerakan Bitcoin terlihat sangat dinamis setelah sebelumnya sempat bergerak stagnan di kisaran US$ 42.000 hingga US$ 43.000 sepanjang pekan lalu. BTC sukses melakukan rebound dari support trendline hingga menyentuh angka US$ 45.116 pada Selasa pagi.
Saat ini, pergerakan Bitcoin diprediksi akan menuju ke angka US$ 45.500. Jika level resistensi tersebut berhasil ditembus, target harga berikutnya diperkirakan berada pada posisi US$ 48.000.
Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi koreksi. Apabila BTC gagal mempertahankan momentum di atas US$ 45.500, terdapat risiko pelemahan menuju area support terdekat di level US$ 44.500.
Kondisi positif ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar kripto global yang kini mencapai US$ 1,69 triliun atau naik 5,93%. Pertumbuhan signifikan ini juga didorong oleh performa kuat sektor altcoin sepanjang tahun 2023.
Performa Ethereum dan Aset Altcoin Lainnya
Ethereum (ETH) sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua juga menunjukkan tren penguatan. ETH terpantau kembali mendekati level US$ 2.400 dengan kenaikan mencapai 4,20% dalam 24 jam terakhir.
Sejumlah aset kripto alternatif atau altcoin lainnya bahkan mencatatkan kenaikan yang lebih drastis dalam seminggu terakhir. Perpetual Protocol (PERP) memimpin dengan lonjakan 61,29% hingga melewati harga US$ 1,40.
Selain itu, Arbitrum (ARB) menguat sebesar 25,87% ke posisi US$ 1,75. BNB juga mencatatkan performa positif dengan kenaikan 20,19% yang membuatnya kini diperdagangkan di harga US$ 319.
Sentimen Global dan Fokus Regulasi SEC
Faktor utama yang menggerakkan pasar saat ini adalah tenggat waktu dari Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat terkait proposal ETF Bitcoin spot. Tujuh perusahaan sebelumnya telah diberi batas waktu hingga 29 Desember 2023 untuk menyerahkan revisi akhir rencana mereka.
Di sisi lain, kepercayaan institusional tetap kuat yang ditunjukkan oleh langkah MicroStrategy. Perusahaan besutan Michael Saylor tersebut baru saja mengakuisisi lebih dari 14.000 Bitcoin tambahan dengan nilai investasi mencapai US$ 615,7 juta.
Antusiasme juga datang dari jaringan Ethereum setelah Vitalik Buterin mengusulkan penyederhanaan desain Proof of Stake (PoS). Usulan ini memicu optimisme jangka panjang terhadap efisiensi jaringan Ethereum.
Proyeksi Pasar Menjelang Keputusan Besar
Investor kini menantikan laporan upah non-pertanian (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis pada 5 Januari 2024. Jika angka lapangan kerja lebih rendah dari ekspektasi 163.000, hal ini berpotensi memberikan dampak positif bagi harga Bitcoin.
Momentum yang paling krusial adalah keputusan SEC mengenai ETF Bitcoin spot yang dijadwalkan paling lambat 10 Januari 2024. Partisipasi BlackRock yang memiliki rekam jejak persetujuan ETF sangat tinggi menjadi alasan kuat pasar berekspektasi positif.
BlackRock bahkan telah menunjuk JPMorgan sebagai peserta resmi untuk rencana ETF mereka. Meskipun pasar diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi menjelang pengumuman, prospek jangka panjang Bitcoin tetap menjanjikan didukung oleh peristiwa halving pada April 2024.