Pasar aset digital mengalami tekanan besar setelah harga Bitcoin (BTC) merosot ke titik terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir pada Kamis (5/2/2026) dini hari waktu Asia. Penurunan ini mengeliminasi seluruh keuntungan yang sempat dibukukan sejak November 2024, serta ikut menyeret jatuh harga saham perusahaan-perusahaan kripto utama.
Dilansir dari Investortrust, data Coinmarketcap menunjukkan koin digital utama ini sempat menyentuh level US$ 72.000 pada pukul 05.10 WIB. Kondisi Bitcoin tetap melemah di kisaran yang sama empat jam kemudian, mencatatkan penurunan lebih dari 5% dalam sehari dan hampir 19% dalam sepekan terakhir.
Kemerosotan ini memicu efek domino pada aset kripto besar lainnya. Ethereum (ETH) ambruk 5,58% dalam 24 jam dan anjlok 28,77% dalam sepekan. BNB juga merosot 8,34% harian dan 22,82% mingguan, sementara XRP turun 7,59% dalam sehari serta 22,60% dalam satu minggu terakhir.
Koreksi massal ini memicu perdebatan di kalangan pengamat pasar mengenai potensi masuknya kripto ke fase bearish. Tekanan jual tidak hanya melanda mata uang virtual, tetapi juga menghantam emiten yang bergerak di sektor ini, termasuk Bitcoin Treasury Strategy yang sahamnya anjlok lebih dari 5% pada hari Rabu.
Perhatian pasar kini tertuju pada Michael Saylor yang dijadwalkan merilis laporan pendapatan perusahaannya pada Kamis (5/2/2026). Saham Strategy yang melantai di Nasdaq tercatat sudah ambles lebih dari 23% dalam sebulan terakhir dan merosot hampir 70% dalam periode enam bulan.
Kondisi serupa menimpa bursa kripto Coinbase yang sahamnya ditutup melemah lebih dari 7% di harga hampir US$ 169 per lembar. Penerbit USDC, Circle, yang diperdagangkan di Bursa Saham New York juga turun 2% ke level US$ 55, sedangkan platform Robinhood merosot hingga 8% dan berakhir di posisi mendekati US$ 81.
Korelasi dengan Sektor Teknologi dan AI
Penurunan tajam pada industri kripto ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya volatilitas pada saham-saham teknologi di Amerika Serikat selama sepekan terakhir.
"Rasanya korelasi antara kripto dan saham AS kembali positif karena keduanya mengalami penurunan harga secara bersamaan," kata Aurelie Barthere, analis riset utama di Nansen yang dikutip dari Yahoo Finance pada Kamis (5/2/2026).
Fenomena ini turut berdampak pada perusahaan publik yang mengalihkan infrastruktur komputasi mereka untuk industri kecerdasan buatan (AI). Saham HUT 8 berakhir melemah 8%, Core Scientific turun hampir 9%, Mara Holdings terpangkas 9%, dan IREN ditutup merosot hingga 17%. Langkah migrasi ke sektor AI ini banyak diambil oleh perusahaan penambangan Bitcoin akibat proses pencetakan koin yang dinilai semakin sulit.