Aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC), terpantau masih bergerak dalam rentang harga yang terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Dilansir dari Investortrust, Bitcoin berada di posisi US$66.640 pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 09.30 WIB dengan kenaikan tipis sekitar 0,13 persen.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah pada level Rp 1,11 miliar dan mencapai puncaknya di angka Rp 1,14 miliar. Fluktuasi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak mendatar atau sideways.
Data pasar derivatif menunjukkan adanya ketimpangan likuidasi yang signifikan di balik pergerakan harga yang tampak tenang. Saat ini, terdapat akumulasi posisi short yang mencapai lebih dari US$ 12 miliar di atas harga pasar Bitcoin sekarang.
Nilai tersebut jauh melampaui potensi likuidasi posisi long yang hanya berkisar di angka US$ 3 miliar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa konsentrasi tekanan likuiditas lebih berat di sisi atas, yang membuka peluang pergerakan naik dalam jangka pendek.
Para analis menilai situasi ini dapat memicu fenomena short squeeze, di mana harga melonjak karena para pedagang dipaksa menutup posisi jual mereka. Namun, dorongan likuiditas ini belum dianggap sebagai sinyal pembalikan tren bullish yang berkelanjutan secara fundamental.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin masih tertahan di bawah zona resistance utama. Bitcoin tercatat berulang kali gagal menembus area krusial di kisaran US$ 70.000 hingga US$ 72.000, yang menunjukkan masih kuatnya tekanan jual di level tersebut.
Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di level 40, yang mencerminkan momentum pasar yang netral namun cenderung bearish. Meskipun sempat terjadi pantulan harga dari area US$ 65.000, penguatan ini belum cukup kuat untuk mengonfirmasi arah baru.
| Indikator Teknis | Level Harga (US$) |
|---|---|
| 70.000 - 72.000 | 68.000 |
| 65.600 | 63.900 |
Para pelaku pasar perlu memperhatikan level resistance terdekat di angka US$ 68.000 dan support kuat di posisi US$ 63.900. Struktur harga saat ini dinilai masih cukup rapuh sehingga risiko koreksi lanjutan tetap membayangi pergerakan aset kripto ini.
Jika Bitcoin berhasil menembus rentang US$ 68.000 hingga US$ 70.000, peluang terjadinya short squeeze akan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan bertahan di zona tersebut berisiko menciptakan jebakan bagi pembeli atau bull trap sebelum harga kembali turun.