Harga BBM Diesel Nonsubsidi Melonjak Pasar Mobil Bekas Mulai Lesu

Harga BBM Diesel Nonsubsidi Melonjak Pasar Mobil Bekas Mulai Lesu
Foto: Ilustrasi Harga BBM Diesel Nonsubsidi Melonjak Pasar Mobil Bekas Mulai Lesu.

Pasar kendaraan diesel bekas kini mulai merasakan dampak langsung dari lonjakan harga bahan bakar diesel nonsubsidi. Lonjakan biaya operasional harian tersebut memicu para calon konsumen untuk bersikap lebih perhitungan sebelum membawa pulang mobil bermesin diesel.

Seperti dikutip dari Otomotif, harga BBM diesel nonsubsidi di area Jabodetabek saat ini menyentuh angka Rp 26.000 sampai Rp 30.890 per liter. Angka yang tinggi ini sangat memengaruhi ketertarikan konsumen pada mobil diesel seken, terutama varian modern yang memerlukan solar nonsubsidi.

Kondisi lesunya perputaran pasar ini turut diakui oleh pihak pabrikan. Marketing Director Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, membenarkan bahwa pergerakan niaga kendaraan roda empat berbahan bakar solar nonsubsidi memang sedang mengalami tekanan.

ÔÇ£Kenaikan harga bahan bakar diesel nonsubsidi yang signifikan memang berdampak pada penjualan model-model diesel yang secara teknologi memang mengharuskan penggunaan bahan bakar nonsubsidi,ÔÇØ ujar Bansar kepada Kompas.com, Senin (18/5/2026).

Faktor makroekonomi yang belum sepenuhnya pulih juga dinilai ikut memperumit situasi pasar otomotif nasional. Akibatnya, daya beli masyarakat cenderung tertahan dan mereka memilih untuk bersikap lebih waspada dalam mengalokasikan dana.

ÔÇ£Jadi masyarakat cenderung wait and see dalam melakukan pembelian kendaraan secara umum. Pertimbangannya bukan hanya soal teknologi kendaraan yang dipilih, tetapi juga kebutuhan dan prioritas lain,ÔÇØ kata Bansar.

Meskipun demikian, segmen roda empat bermesin diesel ini sebenarnya tetap memiliki basis penggemar setia yang cukup kuat. Golongan konsumen ini umumnya mengutamakan keunggulan torsi melimpah serta efisiensi tinggi untuk mobilitas jarak jauh.

Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa biaya pengisian bahan bakar harian kini menjadi variabel krusial yang dipikirkan secara matang oleh calon pembeli. Di sisi lain, tren efisiensi ini justru membawa angin segar bagi segmen kendaraan ramah lingkungan lainnya.

ÔÇ£Peningkatan persentase kendaraan Hybrid EV setelah kenaikan harga bahan bakar juga menunjukkan adanya minat positif masyarakat terhadap pilihan kendaraan yang lebih efisien,ÔÇØ ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi