Perusahaan teknologi kesehatan Halodoc merayakan satu dekade perjalanannya dalam menghadirkan layanan kesehatan digital di Indonesia. Seperti dilansir dari Medcom, pada momentum ulang tahun ke-10 ini, platform tersebut memperkenalkan sejumlah inovasi baru untuk memperluas akses medis yang praktis dan terintegrasi.
Sejak berdiri pada 2016, ekosistem digital ini telah berkembang dari layanan telekonsultasi menjadi platform yang menghubungkan masyarakat dengan dokter, apotek, laboratorium, hingga fasilitas kesehatan. Memasuki dekade baru, inovasi dikembangkan melalui HILDA yang kini terintegrasi dalam Halodoc on WhatsApp serta fitur Family Care.
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, menyatakan bahwa fokus perusahaan kini bergeser untuk memastikan layanan kesehatan digital semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
ÔÇ£Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah,ÔÇØ ujar Alfonsius dalam acara perayaan ulang tahun Halodoc di Jakarta.
Peluncuran Halodoc on WhatsApp menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan medis kepada masyarakat. Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses informasi kesehatan, melakukan pembelian obat, hingga memperoleh rekomendasi medis langsung tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Langkah ekspansi ini dinilai sangat relevan dengan kebiasaan harian masyarakat. Berdasarkan data We Are Social 2025, sekitar 91 persen pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan aplikasi WhatsApp.
Sebelumnya, asisten digital kesehatan HILDA telah diperkenalkan pada 2025. Dalam waktu singkat, asisten virtual tersebut berhasil mencatat lebih dari dua juta sesi interaksi pengguna untuk pencarian dokter spesialis hingga informasi obat.
Selain memperluas akses, fitur Family Care juga dihadirkan untuk membantu pengelolaan kesehatan keluarga, khususnya bagi para ibu yang bertindak sebagai caregiver. Fitur ini memungkinkan pembuatan profil kesehatan terpisah untuk setiap anggota keluarga yang mencakup riwayat medis, jadwal perawatan, hingga pemantauan preventif.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menjelaskan bahwa layanan kesehatan saat ini dituntut untuk hadir mengikuti mobilitas dan kebiasaan sehari-hari masyarakat.
ÔÇ£Halodoc on WhatsApp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari,ÔÇØ jelas Fibriyani.
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Tidak hanya berfokus pada layanan konsumen, penguatan kualitas tenaga medis juga terus berjalan melalui Halodoc Academy. Platform pembelajaran yang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan ini ditujukan bagi dokter, perawat, apoteker, hingga tenaga kesehatan lainnya.
Hingga saat ini, program pelatihan tersebut telah diikuti oleh lebih dari 123 ribu peserta dengan menyelenggarakan sekitar 180 pelatihan peningkatan kompetensi.
Chief Medical Officer Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, menegaskan bahwa seluruh pengembangan teknologi tetap berada di bawah pengawasan klinis yang ketat demi menjaga keamanan pasien.
ÔÇ£Teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka,ÔÇØ kata dr. Irwan.