Haiti Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi di Citadelle

Haiti Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi di Citadelle
Foto: Ilustrasi Haiti Tetapkan Masa Berkabung Nasional Usai Tragedi di Citadelle.

Pemerintah Haiti menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari yang dimulai pada Selasa (14/4/2026) menyusul insiden desak-desakan fatal di benteng bersejarah Citadelle Laferriere. Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-Aime, mengonfirmasi kebijakan tersebut sebagai bentuk penghormatan bagi puluhan korban jiwa dalam perayaan tahunan di lokasi tersebut.

Dilansir dari Detik Travel, otoritas setempat juga telah melakukan pembaruan data terkait jumlah korban meninggal dunia. Kepala Badan Perlindungan Sipil Haiti, Emmanuel Pierre, memberikan klarifikasi bahwa jumlah korban tewas kini tercatat sebanyak 25 orang, turun dari laporan awal yang menyebutkan 30 jiwa.

Sebagai bentuk solidaritas nasional bagi keluarga terdampak, bendera setengah tiang diinstruksikan untuk dikibarkan di seluruh wilayah negara. Perdana Menteri Fils-Aime menegaskan dalam pidato nasionalnya bahwa pemerintah berkomitmen menanggung seluruh biaya pemakaman para korban yang mayoritas terdiri dari pelajar dan wisatawan.

Tragedi ini terjadi di Citadelle Laferriere, sebuah benteng pertahanan abad ke-19 yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Lokasi yang dibangun pasca-kemerdekaan Haiti dari Prancis tersebut merupakan destinasi wisata utama sekaligus tumpuan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Milot.

Meskipun menjadi sumber pendapatan penting melalui sektor jasa pemandu wisata dan transportasi lokal, infrastruktur pendukung di situs tersebut dinilai masih sangat terbatas. Kurangnya fasilitas medis darurat di lokasi kejadian diduga menjadi faktor yang memperburuk dampak insiden desak-desakan tersebut.

"Saya tidak bisa tidur semalam karena terus memikirkan bagaimana ini bisa terjadi, kami tidak menerima cukup bantuan sebagai daerah dengan situs wisata. Bahkan kami tidak memiliki ruang perawat di sini, mungkin jika ada dua perawat di sini, tidak akan banyak orang yang meninggal," kata warga setempat, Francisque Almonord, sebagaimana dikutip dari laporan The Haitian Times.

Warga setempat mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen keamanan dan layanan kesehatan di destinasi wisata tersebut. Almonord menambahkan bahwa perbaikan layanan sangat krusial mengingat situs tersebut merupakan aset penghasil devisa yang signifikan bagi negara.

Artikel terkait

Rekomendasi