Guru SD Meninggal dalam Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi

Guru SD Meninggal dalam Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi
Foto: Ilustrasi Guru SD Meninggal dalam Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi.

Nurlela, seorang tenaga pendidik di SDN Pulo Gebang 11 Jakarta Timur, dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.52 WIB.

Insiden maut ini dilansir dari Megapolitan terjadi saat KRL bernomor PLB 5568A jurusan Cikarang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi di KM 28+920. Peristiwa diduga bermula ketika KRL menabrak satu unit taksi di pelintasan sebelum terjadi benturan antar-kereta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, memberikan konfirmasi mengenai identitas korban dan menyatakan bahwa almarhumah adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi selama bertugas di dunia pendidikan.

ÔÇ£Kami sangat berduka cita atas kepergian Ibu Nurlela, salah seorang guru kami yang berdedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,ÔÇØ kata Nahdiana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memberikan bantuan penuh mulai dari proses pemulasaraan jenazah hingga dukungan psikologis bagi keluarga korban. Nahdiana juga mendoakan ketabahan bagi pihak yang ditinggalkan.

ÔÇ£Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta kekuatan,ÔÇØ katanya.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengungkapkan bahwa Gubernur Pramono Anung telah memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran terkait untuk menangani dampak musibah ini secara maksimal.

ÔÇ£Beliau adalah pendidik yang berdedikasi tinggi dan telah mencerdaskan generasi penerus bangsa. Atas instruksi bapak gubernur, Pemprov DKI Jakarta akan mendampingi keluarga korban sepenuh hati, baik dalam pengurusan pemakaman maupun pemulihan psikologis,ÔÇØ kata Chico.

Langkah koordinasi dengan instansi berwenang juga terus dilakukan guna memastikan proses investigasi penyebab kecelakaan berjalan secara transparan dan cepat.

Data kepolisian menyebutkan total korban tewas dalam kecelakaan di Bekasi ini mencapai 15 orang, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Para korban luka saat ini menjalani perawatan intensif di sembilan rumah sakit berbeda, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra Keluarga.

Artikel terkait

Rekomendasi