GOTO Cetak Laba Bersih Perdana Rp257 Miliar pada Kuartal I/2026

GOTO Cetak Laba Bersih Perdana Rp257 Miliar pada Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi GOTO Cetak Laba Bersih Perdana Rp257 Miliar pada Kuartal I/2026.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan sebesar Rp257,94 miliar pada kuartal I/2026 yang diumumkan pada Selasa (28/4/2026). Capaian positif ini menandai pembalikan performa dibandingkan kerugian bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan perusahaan sebesar 26 persen secara tahunan menjadi Rp5,34 triliun, sebagaimana dilansir dari Market. Pada kuartal pertama tahun 2025, perusahaan hanya mengantongi pendapatan sebesar Rp4,23 triliun.

Selain pendapatan, EBITDA yang disesuaikan milik GOTO mengalami kenaikan drastis hingga 131 persen mencapai Rp907 miliar. Perusahaan juga mencatatkan arus kas bebas disesuaikan yang positif sebesar Rp1,3 triliun serta menerima imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia senilai Rp288 miliar.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak sejarah penting yang merefleksikan kerja keras tim selama bertahun-tahun.

"Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha," tutur Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus melakukan pengembangan produk secara berkelanjutan demi mengakselerasi pertumbuhan bisnis di masa depan.

"Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia," kata Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo.

Hans juga memberikan apresiasi kepada jutaan mitra pengemudi atas kontribusi mereka dalam mencapai titik profitabilitas ini.

"GOTO akan terus berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver," kata Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo.

Direktur Keuangan GOTO Simon Ho menjelaskan bahwa hasil keuangan ini menunjukkan adanya leverage operasional yang sudah terbentuk secara struktural di dalam internal bisnis perusahaan.

"Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis Fintech maupun On-demand Services," ujar Simon Ho, Direktur Keuangan GOTO.

Penurunan biaya layanan perusahaan juga diklaim sebagai dampak positif dari penerapan strategi teknologi dan kecerdasan buatan.

"Simon juga menjelaskan biaya layanan GOTO juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai membuahkan hasil," ujar Simon Ho, Direktur Keuangan GOTO.

Meskipun performa pada awal tahun ini sangat kuat, GOTO tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan pada angka Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun untuk sepanjang tahun 2026. Proyeksi ini tetap mempertimbangkan risiko inflasi biaya, kompetisi pasar, serta ketidakpastian kondisi makroekonomi global.

Artikel terkait

Rekomendasi