Google secara resmi memperkenalkan Gemini Intelligence, rangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) proaktif yang dijadwalkan memulai debut pada perangkat Samsung Galaxy S26 series dan Google Pixel 10. Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (12/5/2026) dalam acara Android Show: I/O Edition sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Teknologi baru ini membawa kemampuan agentic AI yang diklaim mampu mengotomatiskan berbagai tugas multi-langkah secara lintas aplikasi. Pengguna nantinya dapat merangkum konten web, mengisi formulir yang rumit, hingga membuat widget kustom hanya dengan menggunakan perintah bahasa alami melalui perangkat mereka.
Vice President Product Management Google, Mindy Brooks, menjelaskan bahwa pengembangan ini menandai pergeseran besar dalam ekosistem perangkat seluler milik perusahaan tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan ini akan memberikan dampak efisiensi waktu yang signifikan bagi para pengguna Android.
"Seiring transisi Android dari sistem operasi menjadi sistem kecerdasan, perangkat Anda menjadi semakin bermanfaat dengan peningkatan yang akan menghemat waktu Anda," ujar Mindy Brooks, VP Product Management Google.
Peluncuran fitur ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Samsung Galaxy S26 dan Pixel 10 pada pertengahan tahun 2026 sebelum diperluas ke perangkat lain. Rencana ekspansi mencakup integrasi pada Wear OS, Android Auto, kacamata pintar, hingga laptop yang ditargetkan terealisasi pada akhir tahun.
Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan meliputi Automate Multi-Step Tasks yang memungkinkan Gemini menangani instruksi kompleks seperti memindahkan daftar belanja dari catatan ke aplikasi pengiriman. Selain itu, terdapat fitur Gemini di Chrome untuk reservasi otomatis dan Intelligent Autofill yang mampu mengisi data formulir secara mandiri dari aplikasi terkait.
Pembaruan lainnya mencakup Gboard Rambler, fitur dikte suara yang mampu menyaring gumaman manusia menjadi teks rapi, serta fitur Create My Widget. Fitur terakhir ini memungkinkan pengguna mendeskripsikan kebutuhan informasi tertentu, seperti jadwal makan protein tinggi, untuk kemudian diubah menjadi widget di layar utama.
Antarmuka Gemini Intelligence juga mendapatkan penyegaran melalui desain Material 3 Expressive yang fokus pada fungsionalitas dan animasi yang tidak mengganggu konsentrasi pengguna. Kolaborasi intensif antara Google dan Samsung selama berbulan-bulan diharapkan dapat menciptakan interaksi AI yang mulus, terutama pada aplikasi layanan makanan dan transportasi.