Geoprima Solusi Ekspansi ke Industri Komponen Mekanikal dan Permesinan

Geoprima Solusi Ekspansi ke Industri Komponen Mekanikal dan Permesinan
Foto: Ilustrasi Geoprima Solusi Ekspansi ke Industri Komponen Mekanikal dan Permesinan.

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) kini tengah mempersiapkan transformasi besar dalam lini bisnisnya. Perusahaan ini berencana merambah sektor industri komponen mekanikal serta permesinan (machining) terpadu.

Perubahan arah strategis tersebut menyusul kehadiran pemegang saham pengendali (PSP) yang baru. Dilansir dari Market, PT PIMSF Pulogadung yang berada di bawah naungan Tjokro Group kini telah menjadi pengendali perseroan.

Transformasi ini mengubah fokus usaha GPSO yang semula bergerak di bidang perdagangan besar mesin dan jasa survei. Kini, cakupan bisnisnya meluas ke industri komponen sepeda motor, real estat, hingga perdagangan besar mesin industri.

Pihak manajemen GPSO menjelaskan bahwa ekspansi ini sejalan dengan visi Tjokro Group. Mereka berupaya membangun ekosistem solusi mekanikal yang terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Konsep yang diusung adalah satu solusi terpadu untuk kebutuhan mekanikal. Guna mendukung langkah ini, GPSO telah menyusun rencana akuisisi aset strategis untuk memperkuat infrastruktur produksinya.

"Untuk menopang transformasi tersebut, GPSO berencana mengakuisisi aset tetap milik PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa lahan seluas 15.400 meter persegi di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting)," papar manajemen GPSO.

Detail Nilai Transaksi dan Pendanaan

Nilai akuisisi aset tersebut dilaporkan mencapai Rp78,5 miliar. Angka ini setara dengan 183,95% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025.

Melalui langkah ini, GPSO menargetkan bisa langsung meraup pendapatan pada tahun 2026. Hal tersebut dimungkinkan karena aset yang diakuisisi merupakan fasilitas yang sudah dalam kondisi siap beroperasi.

Perseroan akan menempuh aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau rights issue. Mereka berencana menerbitkan 66,67 juta saham baru yang mewakili sekitar 10% dari modal disetor.

Dana yang dihimpun dari pasar modal tersebut nantinya digunakan untuk membiayai sebagian proses akuisisi aset milik JIC. Selain memperkuat modal, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas saham di bursa.

Analisis Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan internal menunjukkan bahwa rencana ekspansi ini memiliki prospek finansial yang cukup menjanjikan. Proyek tersebut diproyeksikan memberikan internal rate of return (IRR) sebesar 34,77%.

Angka IRR tersebut berada jauh di atas tingkat diskonto yang dipatok sebesar 14%. Selain itu, nilai kini bersih atau net present value (NPV) tercatat positif pada angka Rp86,63 miliar.

Periode pengembalian investasi atau payback period diperkirakan akan tercapai dalam waktu sekitar 5 tahun 1 bulan. Rencana strategis ini akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Juni 2026.

Sinergi dengan Tjokro Group yang berpengalaman lebih dari lima dekade menjadi kunci utama bagi GPSO. Kolaborasi ini membuka akses perseroan ke pasar original equipment manufacturer (OEM) otomotif dan alat berat.

Transformasi ini akan mengubah posisi GPSO dari perusahaan perdagangan murni menjadi produsen manufaktur. Langkah ini diproyeksikan mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi kinerja fundamental perseroan dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi