Ajang sports tourism internasional bertajuk Geopark Run Series siap diselenggarakan di empat kawasan taman bumi unggulan Indonesia untuk periode edisi 2026ÔÇô2027. Dilansir dari Media Indonesia, kompetisi ini bertujuan mengintegrasikan olahraga lari dengan promosi destinasi wisata serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Rangkaian kompetisi olahraga ini dijadwalkan menyambangi empat lokasi berbeda secara bertahap. Agenda perdana akan dibuka melalui Ijen Geopark Run di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 23 Agustus 2026. Selanjutnya, Minangkabau Geopark Run bakal dilaksanakan di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 25 Oktober 2026.
Memasuki tahun berikutnya, Ciletuh Geopark Run bersiap mengambil lokasi di Pantai Palangpang, Sukabumi, Jawa Barat, pada 17 Januari 2027. Sebagai informasi tambahan, kawasan Ciletuh-Palabuhanratu ini baru saja kembali dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 29 April 2026. Seri penutup, yaitu Belitong Geopark Run, bakal dilangsungkan di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung, pada 18 April 2027.
Pihak penyelenggara menetapkan target partisipasi hingga mencapai 10.000 orang pelari dari akumulasi empat lokasi acara tersebut. Terdapat tiga kategori jarak yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu 5 km, 10 km, dan 21 km.
Batas waktu atau cut off time untuk perolehan medali masing-masing kategori dirancang cukup longgar, yakni 1,5 jam untuk 5 km, 2,5 jam untuk 10 km, serta 4 jam untuk kategori 21 km. Sementara itu, tarif pendaftaran bagi para peserta dipatok senilai Rp300 ribu untuk jarak 5 km, Rp350 ribu untuk 10 km, dan Rp400 ribu untuk jarak 21 km. Informasi mengenai potongan harga pendaftaran awal dapat diakses secara berkala melalui laman resmi geoparkrun.com.
"Batas waktunya memang kami longgarkan agar para peserta bisa PB alias poto banyak berlatar pemandangan geopark yang luar biasa, selain juga karena ada elevasi yang bisa mencapai 6 di Sumatera Barat, namun di Belitung tanpa elevasi. Jalur juga tidak seluruhnya jalanan. Kami memang arahkan peserta untuk menjelajahi geopark secara optimal dalam acara ini," kata Ketua Pelaksana Geopark Run Series Ihsan Ramadhi Putra dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (22/5).
Penyelenggara yang digagas oleh Gamatera dan Beyond Run ini juga menyediakan promo khusus berupa gratis satu seri jika peserta langsung membeli tiket untuk empat lokasi sekaligus. Runner yang berhasil menuntaskan seluruh seri kegiatan juga akan mendapatkan desain medali khusus.
Potensi Ekonomi Sektor Wisata Olahraga
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan wisata minat khusus ini. Menurutnya, pariwisata berbasis olahraga kini menjadi pilar utama dalam pengembangan program pariwisata berkualitas di tanah air.
"Sports tourism kini menjadi salah satu pilar penting dalam program pariwisata berkualitas yang terus dikembangkan pemerintah. Berdasarkan data UN Tourism, sports tourism menyumbang sekitar 10% dari total belanja wisata global pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023ÔÇô2030," kata Widiyanti.
Widiyanti menambahkan, data dari Expedia menunjukkan sekitar 44% wisatawan global rela bepergian ke luar negeri demi menyaksikan atau mengikuti ajang olahraga favorit. Karakteristik wisatawan olahraga ini juga tergolong high spenders dengan rata-rata pengeluaran menyentuh angka 1.500 dolar AS atau setara Rp24 juta per kunjungan.
ÔÇ£Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal mulai dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pengusaha UMKM di sekitar destinasi,ÔÇØ kata Widiyanti.
Pihak panitia memastikan akan menggandeng para pelaku UMKM setempat untuk menjajakan produk kuliner hingga kerajinan tangan di setiap lokasi acara guna mendorong roda ekonomi daerah.
ÔÇ£Geopark Run hadir bukan sekadar event lari. Ini adalah gerakan bersama untuk membawa orang datang melihat, merasakan, dan akhirnya ikut menghidupkan ekonomi lokal,ÔÇØ kata Ihsan.