Wilayah utara, tengah, dan timur India dilaporkan mengalami serangan gelombang panas sejak Kamis, 23 April 2026, yang memicu kenaikan suhu ekstrem hingga mencapai kisaran 40 derajat celsius. Dilansir dari Lestari, kondisi ini telah menempatkan mayoritas kota terpanas di dunia berada di wilayah India pada periode tersebut.
Data dari IQAir menunjukkan bahwa sejumlah daerah seperti Bihar, Benggala Barat, Odisha, Uttar Pradesh, hingga Delhi mencatat lonjakan suhu yang sangat signifikan. Fenomena ini bermula sejak 20 April 2026 ketika suhu di berbagai lokasi meningkat tajam akibat kombinasi faktor cuaca pra-musim hujan yang menghangatkan permukaan bumi secara cepat.
"Berdasarkan laporan terbaru, 19 dari 20 kota terpanas di dunia saat ini berada di India. Di antara lokasi-lokasi yang paling parah terkena dampaknya adalah Bhagalpur di Bihar, Talcher di Odisha, Asansol di Benggala Barat, dan Medinipur di Benggala Barat," kata IQAir dikutip dari laman resminya, Jumat (24/4/2026).
Penyebab lain dari panas ekstrem ini adalah minimnya tutupan awan yang mengakibatkan paparan sinar matahari langsung dalam durasi lama. Selain itu, berkurangnya salju di pegunungan Himalaya turut menghilangkan efek pendinginan alami yang biasanya membantu menstabilkan suhu di wilayah sekitarnya.
"Berkurangnya hujan salju musim dingin di Himalaya dan beberapa bagian Eurasia juga berkontribusi pada suhu yang lebih tinggi dengan mengurangi efek pendinginan alami. Pada saat yang sama, angin barat laut yang panas dan kering menekan curah hujan di sebagian besar negara," jelas mereka.
Departemen Meteorologi India (IMD) memprediksi bahwa kondisi ini akan bertahan setidaknya hingga 27 April 2026 di beberapa negara bagian. Direktur Jenderal IMD, Mrutyunjay Mohapatra, menjelaskan bahwa beberapa wilayah secara klimatologis memang memiliki ambang batas suhu normal yang tinggi menjelang bulan Mei.
"Misalnya, suhu normal di wilayah Vidarbha (Maharashtra) sekitar 41 hingga 42 derajat celcius pada waktu ini setiap tahunnya. Demikian pula, suhu normal di Uttar Pradesh dan Haryana mencapai 40 hingga 44 derajat celcius menjelang bulan Mei," ucap Mrutyunjay dilansir dari NDTV.
Pemerintah India telah meningkatkan kewaspadaan melalui pengiriman informasi peringatan dini bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Meskipun belum ada instruksi evakuasi ke penampungan darurat, IMD memanfaatkan grup WhatsApp dan papan pengumuman untuk menyebarkan panduan antisipasi bagi pekerja lapangan.
ÔÇ£Oleh karena itu, kami harus bersiap menghadapi hari-hari dengan suhu tinggi seperti itu,ÔÇØ lanjut dia.
Para pejabat kesehatan menginstruksikan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan pada siang hari dan memastikan kecukupan cairan tubuh. Peringatan suhu malam hari yang lebih hangat juga tetap berlaku untuk wilayah Delhi, Haryana, Odisha, dan Konkan hingga 24 April 2026.