Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Geely, resmi melakukan ekspansi ke pasar Australia untuk menantang dominasi merek global dan sesama produsen asal Negeri Tirai Bambu. Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh CEO Geely Australia, Alex Gu, guna mengincar posisi dominan di wilayah tersebut.
Data penjualan kuartal pertama 2026 menunjukkan Geely baru mencatatkan angka sebesar 2.821 unit, sebagaimana dilansir dari Suara. Capaian tersebut terpaut cukup jauh dari rival utamanya, BYD, yang berhasil membukukan penjualan sebanyak 17.541 unit pada periode yang sama.
Kesenjangan ini terjadi karena portofolio produk Geely di Australia saat ini masih terbatas pada model SUV EX5 EV dan Starray PHEV. Kendati demikian, perusahaan membawa modal kuat berupa catatan penjualan global yang melampaui 4,1 juta unit sepanjang tahun 2025.
Ambisi besar diusung oleh pimpinan perusahaan dalam memposisikan merek tersebut di tengah ketatnya persaingan dengan pemain lama yang sudah memiliki akar kuat di pasar Australia.
"seperti Toyota , tetapi dari China." ujar Alex Gu, CEO Geely Australia.
Penegasan tersebut didasari oleh rekam jejak pertumbuhan impresif sang CEO saat menjabat di Timur Tengah. Gu berencana memperluas lini produk dengan menghadirkan pikap kabin ganda, SUV sasis tangga, hingga sedan ukuran penuh guna memenuhi kebutuhan spesifik konsumen lokal.
Strategi pertumbuhan juga akan diperkuat dengan peluncuran hatchback listrik EX2 yang dijadwalkan masuk ke pasar Australia sebelum akhir tahun ini. Geely turut mengandalkan ekosistem sub-merek premium seperti Zeekr dan Lynk & Co yang berbagi teknologi dengan Volvo untuk menarik minat pelanggan di segmen kelas atas.