| ÔùÅ Direktur BCA Santoso menyebut sektor perbankan Indonesia tetap memiliki fundamental yang solid meski menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. ÔùÅ Menurut Santoso, industri perbankan perlu tetap optimistis dan beradaptasi, termasuk melalui kolaborasi dengan sektor financial technology, agar dapat terus mendorong ekonomi nasional. ÔùÅ BCA menilai tantangan seperti gangguan rantai pasok, konflik geopolitik, dan fluktuasi komoditas membuat dunia usaha harus pandai menentukan momentum untuk ekspansi maupun pengetatan agar keberlanjutan bisnis tetap terjaga. |
| ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |
JAKARTA, investortrust.id - Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) Santoso menilai, sektor perbankan nasional masih memiliki fundamental yang solid di tengah tekanan ekonomi global yang kian dinamis.
Menurutnya, industri perbankan perlu tetap optimistis dan mampu beradaptasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui strategi dengan sektor financial technology (fintech).
ÔÇ£Perbankan harus optimis, karena sebenarnya pada dasarnya perbankan itu fundamentalnya cukup baik. Tinggal bagaimana caranya mendorong supaya perbankan dan financial technology bisa mendorong ekonomi Indonesia,ÔÇØ ujar Santoso, saat ditemui usai Pengucapan Sumpah Anggota Dewan Komisioner OJK, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (26/3/2026).
Ia mengatakan, kondisi global saat ini memang penuh tantangan, terutama akibat gangguan rantai pasok (supply chain) yang dipicu konflik geopolitik serta ketergantungan terhadap komoditas tertentu.
ÔÇ£Jadi kita harapkan (sektor keuangan) bisa mendukung, terutama masyarakat yang dalam posisi sekarang mungkin selesai dengan lebaran. Tantangannya setelah lebaran adalah bagaimana mereka bisa melanjutkan aktivitas menjadi lebih baik,ÔÇØ kata Santoso.
Sejalan dengan itu, kata dia, permintaan kredit sejauh ini juga masih tergolong baik. Namun, tidak semua sektor industri berada dalam kondisi yang sama, mengingat adanya tekanan dari sisi pasokan dan harga komoditas.
Santoso mencontohkan, sejumlah sektor seperti industri plastik dan kimia yang berpotensi terdampak langsung akibat fluktuasi bahan baku.
Lebih lanjut, ia menilai para pelaku industri sebenarnya telah menyiapkan langkah antisipasi, meskipun risiko terhadap keberlanjutan bisnis (business continuity) tetap ada.
ÔÇ£Beberapa negara, bahkan beberapa pemain itu mengangkat kemungkinan akan terjadi dampak terhadap continuity daripada bisnis mereka. Makanya ada beberapa yang mengatakan force major itu memang betul akan berdampak pada sustainability daripada produksinya,ÔÇØ ucap Santoso.
Dalam situasi seperti ini, ia menyatakan bahwa pelaku industri perlu mengatur strategi secara cermat, termasuk menentukan momentum untuk ekspansi maupun pengetatan.
ÔÇ£Industri ada waktunya untuk ngerem dan ada waktunya untuk ngegas. Jadi kita nantikan saja karena kita juga tidak ada yang tahu kapan perang ini akan berakhir, yang penting adalah waktunya ini dibutuhkan driver yang pandai untuk kapan ngegas dan kapan ngerem,ÔÇØ ujar Santoso.