PT Freeport Indonesia Setor Bagian Laba Bersih Rp4,8 Triliun

PT Freeport Indonesia Setor Bagian Laba Bersih Rp4,8 Triliun
Foto: Ilustrasi PT Freeport Indonesia Setor Bagian Laba Bersih Rp4,8 Triliun.

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 sebesar Rp4,8 triliun kepada pemerintah pusat dan daerah pada Jumat (8/5/2026). Tambahan ini melengkapi total kontribusi perusahaan kepada negara yang mencapai Rp75 triliun sepanjang tahun 2025 di tengah pemulihan produksi tambang bawah tanah.

Dilansir dari Ekonomi, akumulasi setoran Rp75 triliun tersebut terdiri dari dividen untuk MIND ID sebesar Rp16,9 triliun serta kontribusi untuk pemerintah daerah senilai Rp13,48 triliun. Dari total bagian daerah, sebanyak Rp10,6 triliun telah dibayarkan selama 2025 dan sisanya berasal dari pembagian laba bersih terbaru.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menekankan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial secara transparan. Langkah ini diharapkan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan di Papua.

"Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing," kata Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Rincian setoran tambahan Rp4,8 triliun tersebut mengalokasikan Rp1,92 triliun bagi pemerintah pusat. Sementara itu, di tingkat lokal, Provinsi Papua Tengah mendapatkan Rp720,5 miliar dan Kabupaten Mimika memperoleh dana sebesar Rp1,2 triliun.

Rincian Alokasi Tambahan Keuntungan Bersih PTFI
PenerimaNilai Setoran
Pemerintah Pusat (4%)Rp1,92 Triliun
Kabupaten MimikaRp1,2 Triliun
Provinsi Papua TengahRp720,5 Miliar
Tujuh Kabupaten Lain di Papua TengahRp960,4 Miliar (Total)

Tujuh kabupaten pendukung di Papua Tengah meliputi Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya masing-masing mendapatkan Rp137,2 miliar. Tony memproyeksikan angka kontribusi ini masih bisa merangkak naik jika harga komoditas mineral di pasar global tetap stabil pada level tinggi.

"Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028," kata Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Saat ini, operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) masih dalam tahap pemulihan pascainsiden teknis. Tingkat produksi perseroan dilaporkan baru menyentuh angka 40 persen hingga 50 persen dari kapasitas normal operasionalnya.

Selain kewajiban negara, PTFI mencatat realisasi investasi sosial sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025. Perusahaan berkomitmen mengalokasikan dana sosial sekitar US$100 juta atau setara Rp1,7 triliun setiap tahunnya hingga masa operasi berakhir pada 2041.

"Kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan," kata Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Artikel terkait

Rekomendasi