Forbes Advisor Rilis 10 Mata Uang Terkuat Dunia 2026

Forbes Advisor Rilis 10 Mata Uang Terkuat Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Forbes Advisor Rilis 10 Mata Uang Terkuat Dunia 2026.

Dollar Amerika Serikat (AS) selama ini dikenal sebagai mata uang paling dominan untuk perdagangan internasional dan cadangan devisa global. Namun, dominasi tersebut tidak menjadikan dollar AS sebagai mata uang dengan nilai nominal paling kuat di dunia.

Dikutip dari Money, daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor 2026 menunjukkan bahwa posisi teratas ditempati oleh dinar Kuwait (KWD). Nilai nominal satu unit dinar Kuwait tercatat jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan satu dollar AS.

Kekuatan sebuah mata uang umumnya diukur berdasarkan nilai tukarnya terhadap dollar AS. Negara-negara di kawasan Timur Tengah terpantau mendominasi daftar peringkat teratas berkat pendapatan besar dari ekspor minyak dan gas.

Penyusunan peringkat oleh Forbes Advisor memosisikan dinar Kuwait pada urutan pertama. Mata uang yang diperkenalkan sejak era 1960-an ini sempat dipatok pada poundsterling sebelum akhirnya dihubungkan dengan sekeranjang mata uang internasional.

Posisi kedua ditempati oleh dinar Bahrain (BHD) yang nilainya relatif stabil karena dipatok terhadap dollar AS. Pemasukan utama negara kepulauan di Teluk Persia ini berasal dari sektor ekspor minyak dan gas bumi.Rial Oman (OMR) berada di urutan ketiga sebagai mata uang terkuat selanjutnya. Sama seperti negara tetangganya, Oman mengandalkan sektor ekspor minyak dan gas sebagai penopang utama mata uang yang diperkenalkan pada 1970-an ini.

Dinar Yordania (JOD) menempati peringkat keempat dunia. Berbeda dengan negara Teluk lainnya, Yordania tidak bergantung pada minyak tetapi mampu menjaga stabilitas nilai tukar sejak 1950 melalui pengendalian moneter ketat.

Poundsterling Inggris (GBP) berada di posisi kelima sebagai salah satu mata uang tertua yang digunakan sejak abad ke-15. Poundsterling bergerak bebas mengikuti mekanisme pasar tanpa dipatok pada mata uang lain.

Gibraltar pound (GIP) menempati peringkat keenam karena nilainya dipatok tetap beriringan dengan poundsterling Inggris. Gibraltar sendiri merupakan wilayah kekuasaan Britania Raya yang terletak di ujung selatan Spanyol.

Dollar Kepulauan Cayman (KYD) berada pada urutan ketujuh dalam daftar ini. Kekuatan nilai tukar wilayah ini didukung oleh ekosistem sektor jasa keuangan offshore yang berskala besar.

Franc Swiss (CHF) menempati posisi kedelapan karena statusnya sebagai safe haven currency bagi investor global. Tingkat kepercayaan investor tetap tinggi berkat stabilitas ekonomi Swiss di tengah ketidakpastian.

Euro (EUR) menempati peringkat kesembilan sebagai mata uang resmi kawasan Uni Eropa. Mata uang ini sekaligus menjadi instrumen cadangan devisa utama dunia terbesar kedua setelah dollar AS.

Dollar AS (USD) berada di posisi kesembilan dalam daftar kekuatan nominal ini. Kendati demikian, greenback tetap memegang status sebagai mata uang paling dominan untuk transaksi energi dan perdagangan global.

Daftar Urutan Mata Uang Terkuat di Dunia Versi Forbes Advisor 2026
PeringkatNama Mata UangKode Kurs
1Dinar KuwaitKWD
2Dinar BahrainBHD
3Rial OmanOMR
4Dinar YordaniaJOD
5Poundsterling InggrisGBP
6Gibraltar PoundGIP
7Dollar Kepulauan CaymanKYD
8Franc SwissCHF
9EuroEUR
10Dollar Amerika SerikatUSD

Faktor yang Memengaruhi Kekuatan Mata Uang

Berdasarkan data Investopedia, pergerakan nilai tukar sebuah negara dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi dalam negeri. Negara dengan tingkat inflasi rendah cenderung memiliki mata uang kuat karena daya beli masyarakatnya terjaga.

Kebijakan suku bunga juga memegang peranan penting dalam menarik arus modal asing yang mencari imbal hasil tinggi. Namun, dampak positif dari kenaikan suku bunga ini bisa berkurang apabila laju inflasi ikut melonjak.

Faktor lain yang memengaruhi kurs adalah kondisi neraca transaksi berjalan. Defisit yang terjadi ketika nilai impor lebih besar daripada ekspor dapat memicu tekanan terhadap nilai tukar mata uang domestik.

Tingginya utang pemerintah suatu negara turut memperbesar risiko inflasi serta potensi gagal bayar. Kondisi tersebut berisiko menurunkan minat investasi global terhadap aset-aset finansial dari negara yang bersangkutan.

Faktor stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang sehat menjadi pondasi utama kepercayaan investor global. Belakangan ini, dinamika geopolitik, ketegangan dagang, dan perang turut memicu volatilitas pasar valuta asing.

Artikel terkait

Rekomendasi