Harga Minyak Dunia Fluktuatif Akibat Eskalasi Konflik Iran

Harga Minyak Dunia Fluktuatif Akibat Eskalasi Konflik Iran
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia Fluktuatif Akibat Eskalasi Konflik Iran.

Harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi tajam dengan sempat melonjak ke level 126,41 dollar AS per barrel sebelum terkoreksi pada penutupan perdagangan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Dilansir dari Money, volatilitas ekstrem ini memperbesar risiko inflasi global dan ketidakpastian pasokan energi.

Minyak mentah Brent ditutup melemah 3,41 persen ke posisi 114,01 dollar AS per barrel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 1,69 persen menjadi 105,07 dollar AS per barrel. Penurunan ini terjadi setelah kedua jenis minyak tersebut sempat menyentuh level tertinggi sejak Maret 2022 pada sesi perdagangan yang sama.

Analis PVM, Tamas Varga, menyatakan bahwa pergerakan harga yang tidak menentu ini merupakan dampak langsung dari situasi geopolitik yang memanas. Kondisi pasar saat ini dinilai sangat reaktif terhadap setiap perkembangan informasi terkait keamanan jalur distribusi minyak.

"serangan panjang dan menyakitkan" ujar Iran, Negara Teluk.

Pernyataan tersebut dikeluarkan sebagai peringatan jika Amerika Serikat kembali melancarkan aksi militer terhadap wilayah mereka. Ketegangan semakin meningkat sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, yang telah mengakibatkan harga Brent melonjak hingga dua kali lipat dalam waktu singkat.

Analis SEB Research, Ole Hvalbye, menyoroti bahwa besaran perubahan harga harian saat ini sudah berada di luar batas normal. Hal ini menyulitkan para pelaku pasar untuk menentukan arah fundamental ekonomi di tengah gangguan operasional di Selat Hormuz.

"serangan panjang dan menyakitkan" kata Iran, Negara Teluk.

Situasi di Selat Hormuz dilaporkan masih jauh dari kondisi stabil dengan volume lalu lintas kapal yang menurun drastis. Data pelayaran menunjukkan hanya terdapat tujuh kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir, berbanding terbalik dengan kondisi normal yang mencapai 140 kapal per hari.

Analis IG, Tony Sycamore, memprediksi bahwa peluang meredanya ketegangan dalam waktu dekat masih sangat kecil. Selama jalur distribusi vital tersebut belum pulih sepenuhnya, volatilitas tinggi diprediksi akan terus membayangi pasar energi global dan menekan harga bahan bakar dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi