Ferrari Luce EV Tuai Kritik Tajam Setelah Resmi Diluncurkan

Ferrari Luce EV Tuai Kritik Tajam Setelah Resmi Diluncurkan
Foto: Ilustrasi Ferrari Luce EV Tuai Kritik Tajam Setelah Resmi Diluncurkan.

Produsen otomotif asal Italia resmi meluncurkan mobil listrik pertamanya bernama Luce EV untuk pasar global, namun kendaraan tersebut justru menuai kritik tajam dari publik terkait desainnya. Peluncuran lini kendaraan ramah lingkungan terbaru ini menimbulkan kekecewaan karena tampilannya dinilai sangat jauh dari karakter khas pabrikan Maranello.

Mantan petinggi Ferrari yang memimpin selama dua dekade, Luca Di Montezemolo, menyampaikan kekecewaan mendalam setelah melihat tampilan visual dari kendaraan elektrik teranyar tersebut. Ia bahkan menilai estetika kendaraan ini berada di bawah standar industri saat ini.

"Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda. Setidaknya, ini jelas mobil yang tidak akan ditiru oleh pabrikan-pabrikan Cina," ujar Montezemolo, Kamis (28/5).

Kritik tersebut didasari pada perubahan arah desain yang dinilai meninggalkan identitas historis merek. Montezemolo bahkan menyarankan agar identitas visual ikonik perusahaan dilepaskan dari model komersial baru ini.

"Kalau saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikirkan, saya justru akan merugikan Ferrari. Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda, dan saya benar-benar menyesal akan hal itu. Saya harap mereka setidaknya melepas logo kuda jingkrak dari mobil tersebut," kata Montezemolo.

Sebagaimana dilansir dari Detik Oto, unit kendaraan mewah ini digarap oleh studio desain LoveFrom milik Jony Ive dan Marc Newson yang dikenal lewat produk iPhone serta Apple Watch. Hasil kolaborasi ini menampilkan konsep estetika kaca bersih, sayap aerodinamis melayang, serta pintu baris kedua bergaya suicide doors.

Spesifikasi teknis kendaraan mencakup penggunaan velg berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang yang menjadi ukuran terbesar untuk kategori mobil jalan raya pabrikan ini. Komponen kendaraan diproduksi secara mandiri oleh internal perusahaan demi menjaga nilai jual kembali di masa depan.

Sektor performa didukung oleh empat motor listrik dengan motor depan bertenaga 282 HP (210 kW) dan motor belakang berdaya 831 HP (620 kW). Kombinasi daya melalui Boost Mode menghasilkan total tenaga mencapai 1.035 HP yang memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 2,5 detik.

Konsumen di kawasan Eropa dapat melakukan pemesanan pada akhir tahun ini dengan harga jual sebesar 520 ribu euro atau berkisar Rp 12 miliaran. Sementara itu, distribusi untuk jaringan pasar di luar wilayah Eropa dijadwalkan baru akan dimulai pada tahun depan.

Artikel terkait

Rekomendasi