Banyak jemaah yang mengunjungi Madinah saat musim umrah tidak hanya berfokus ibadah di Masjid Nabawi, tetapi juga menyempatkan diri mendatangi destinasi sejarah dan alam. Salah satu lokasi yang paling populer dikunjungi adalah Taman Al-Baida atau yang lebih dikenal sebagai Wadi Jinn.
Kawasan ini juga kerap disebut warga setempat sebagai Manthiqa Baidha yang memiliki arti perkampungan putih. Namun, bagi wisatawan mancanegara, tempat ini jauh lebih populer dengan nama Jabal Magnet atau Gunung Magnet, seperti dilansir dari Cahaya.
Daya tarik utama kawasan ini terletak pada fenomena jalanan yang membuat kendaraan tampak bergerak menanjak meskipun mesin dalam keadaan mati. Keunikan tersebut terus menarik rasa penasaran jemaah haji dan umrah yang sedang berada di Tanah Suci.
Dikutip dari Cahaya melalui data Kemenag, Jabal Magnet terletak sekitar 40 kilometer di arah barat laut dari pusat Kota Madinah. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi pemandangan perbukitan batu dan hamparan lahan gersang.
Di beberapa titik perjalanan, sesekali terlihat perkebunan kurma dan pemandangan semacam danau di pinggir jalan yang sering menarik perhatian wisatawan. Perjalanan berakhir saat jalan beraspal habis dan pengunjung diwajibkan untuk memutar balik di titik tersebut.
Sensasi Kendaraan Melaju Tanpa Mesin
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, fenomena kendaraan yang melaju sendiri di jalan menanjak menjadi magnet utama bagi puluhan bus dan mobil wisatawan. Banyak pengunjung yang sengaja mematikan mesin untuk merasakan sensasi dorongan misterius ini secara langsung.
Selain kendaraan yang melaju perlahan ke arah tanjakan dalam posisi transmisi netral, pengunjung sering melakukan eksperimen kecil. Mereka menuangkan air ke aspal atau menggelindingkan botol minuman untuk melihat objek tersebut bergerak melawan arah gravitasi.
Beberapa laporan dari wisatawan juga menyebutkan bahwa jarum kompas tidak dapat berfungsi secara normal saat berada di kawasan ini. Gangguan pada arah utara dan selatan kompas semakin memperkuat label magnetik yang melekat pada perbukitan tersebut.
Sejarah dan Penjelasan Ilmiah
Terdapat berbagai versi mengenai awal mula penemuan kawasan unik ini, mulai dari cerita pesawat yang kehilangan kecepatan hingga pengalaman warga lokal. Konon, seorang Arab Badui menyadari mobilnya bergerak sendiri saat diparkir dengan mesin mati di area tersebut.
Pemerintah Arab Saudi merespons tingginya minat wisatawan dengan membangun akses jalan yang memadai ke wilayah vulkanik ini. Secara geologi, Madinah memang berdiri di atas hamparan lava basaltik luas yang dikenal sebagai Arabian Shield dengan usia mencapai ratusan juta tahun.
Batuan basalt di wilayah tersebut mengandung unsur besi dalam mineral tertentu yang diduga dapat memicu anomali magnetik di titik-titik tertentu. Selain faktor kandungan mineral, para ahli juga menyebutkan adanya kemungkinan fenomena ilusi optik yang disebut sebagai slope illusion.
Kondisi perbukitan yang tidak beraturan tanpa garis cakrawala yang jelas membuat mata manusia sulit menilai kemiringan permukaan jalan. Hal ini menyebabkan jalan yang sebenarnya menurun tampak seperti tanjakan, sebuah fenomena yang jamak ditemui di lokasi gravity hill di berbagai belahan dunia.