Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen dalam pertemuan Federal Open Meeting Committee (FOMC) pada Rabu, 29 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah upaya pejabat The Fed menghadapi tekanan inflasi dan transisi kepemimpinan di lembaga tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Money, hasil pemungutan suara menunjukkan perpecahan di internal komite dengan perbandingan 8-4 untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil. Kondisi ini menjadi momen langka karena terakhir kali empat anggota menyatakan perbedaan pendapat terjadi pada Oktober 1992.
Ketua The Fed Jerome Powell memimpin pertemuan yang diprediksi menjadi agenda terakhirnya sebelum mengundurkan diri pada pertengahan Mei mendatang. Selama delapan tahun menjabat, Powell dinilai berhasil menjaga konsensus meskipun kini para pembuat kebijakan harus menghadapi tingkat inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.
Gubernur Stephen Miran menjadi salah satu pejabat yang menolak keputusan tersebut dan memilih untuk mendukung langkah penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin. Miran tercatat konsisten menyatakan perbedaan pendapat sejak bergabung dengan bank sentral pada September 2025.
Selain Miran, perbedaan pendapat juga datang dari Presiden regional Cleveland Beth Hammack, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas. Ketiga pejabat tersebut mengkhawatirkan ancaman inflasi yang menetap sehingga tidak mendukung adanya bias pelonggaran kebijakan dalam pernyataan resmi saat ini.
Data ekonomi menunjukkan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda stabil dengan angka pengangguran yang turun ke level 4,3 persen pada Maret. Meski pertumbuhan pekerjaan swasta dilaporkan mencapai rata-rata 40.000 per minggu pada April, sentimen pasar saham tetap melemah akibat lonjakan harga minyak global.
Pihak komite dalam pernyataannya mencatat bahwa tingginya inflasi saat ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga energi di pasar internasional. Para pejabat sebelumnya telah mengisyaratkan potensi satu kali penurunan suku bunga pada akhir tahun ini dan satu kali lagi pada tahun 2027 menuju tingkat netral di angka 3,1 persen.