Planet Venus Miliki Ribuan Gunung Berapi dan Atmosfer Beracun

Planet Venus Miliki Ribuan Gunung Berapi dan Atmosfer Beracun
Foto: Ilustrasi Planet Venus Miliki Ribuan Gunung Berapi dan Atmosfer Beracun.

Planet Venus yang dikenal sebagai Bintang Kejora kembali menjadi sorotan penelitian astronomi pada Rabu, 15 April 2026, karena karakteristik permukaannya yang ekstrem. Meskipun memiliki kemiripan ukuran dengan Bumi, planet ini menyimpan ribuan gunung berapi dan suhu yang sangat mematikan.

Dilansir dari Detik iNET, Venus tercatat memiliki lebih banyak gunung berapi dibandingkan planet lain di Tata Surya, dengan sedikitnya 1.600 gunung api di permukaannya. Sebagian besar obyek tersebut diprediksi sudah tidak aktif, namun ukurannya sangat variatif hingga ada yang terlalu kecil untuk dipantau dari Bumi.

Kondisi atmosfer Venus sangat kontras dengan Bumi karena didominasi oleh karbon dioksida dan awan asam sulfur yang beracun. Hal ini memicu efek rumah kaca yang sangat kuat, menyebabkan suhu permukaan mencapai 470 derajat Celcius, sehingga sulit bagi wahana antariksa untuk bertahan lama di sana.

Data dari Space menunjukkan bahwa tekanan udara di permukaan Venus mencapai 90 kali lipat dari tekanan di Bumi. Angka tersebut setara dengan tekanan air pada kedalaman 1 kilometer di bawah permukaan laut, yang mampu menghancurkan struktur benda dengan cepat.

Fenomena unik lainnya terletak pada rotasi planet yang sangat lambat, di mana satu hari di Venus setara dengan 243 hari di Bumi. Menariknya, periode rotasi ini lebih lama dibandingkan waktu revolusinya mengitari Matahari yang hanya memakan waktu 224,7 hari Bumi.

Kecepatan angin di planet ini juga sangat ekstrem, mencapai angka 724 kilometer per jam. Kekuatan angin tersebut diklaim jauh lebih dahsyat jika dibandingkan dengan kecepatan angin tornado paling merusak yang pernah tercatat di planet Bumi.

Secara visual, Venus tetap menjadi planet paling cemerlang yang dapat diamati manusia dari Bumi setelah Bulan karena jaraknya yang cukup dekat. Pengamatan terhadap planet ini tercatat telah dilakukan sejak zaman kuno oleh warga Babilonia pada 1600 Sebelum Masehi.

Artikel terkait

Rekomendasi