Purbaya Yudhi Sadewa Evaluasi Kebocoran Anggaran Motor Listrik Badan Gizi

Purbaya Yudhi Sadewa Evaluasi Kebocoran Anggaran Motor Listrik Badan Gizi
Foto: Ilustrasi Purbaya Yudhi Sadewa Evaluasi Kebocoran Anggaran Motor Listrik Badan Gizi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya celah sistem pada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang menyebabkan pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) sempat lolos pada Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, Purbaya menegaskan pihaknya sebenarnya telah menolak rencana pembelian kendaraan tersebut sejak tahun lalu.

Kepastian operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditegaskan tetap menjadi prioritas utama pemerintah meski terdapat kendala administratif tersebut. Pengawasan terhadap penggunaan anggaran akan diperketat guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan program yang masuk dalam agenda prioritas nasional.

"Program MBG jalan terus dan kita akan pastikan nanti belanjanya lebih efisien," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Instruksi khusus telah diberikan kepada jajaran DJA untuk memantau setiap pos belanja agar tetap rasional dan tepat sasaran di lapangan. Purbaya mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem perangkat lunak yang dianggap belum mampu mendeteksi pengajuan yang sudah ditolak sebelumnya.

"Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga nggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak. Pokoknya ada kebocoran dari acara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya tidak terdeteksi ya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita kurangi semaksimal mungkin," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.

Perbaikan sistem ini melibatkan pembaruan perangkat lunak untuk memantau ketidakwajaran dalam alokasi belanja negara. Menteri Keuangan menyoroti peran tim teknis dalam pengembangan sistem yang sempat mengalami kegagalan deteksi tersebut.

"Dalam pengertian Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin softwarenya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki," tambah Purbaya, Menteri Keuangan.

Data serapan anggaran menunjukkan program MBG telah merealisasikan dana sebesar Rp 55,34 triliun hingga 31 Maret 2026. Angka tersebut mencapai 16,5 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 335 triliun untuk tahun ini.

Pemanfaatan dana tersebut dilaporkan telah menjangkau 61,8 juta penerima manfaat di berbagai wilayah. Selain itu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 26.362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung distribusi program pangan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi