Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton dari Indonesia

Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton dari Indonesia
Foto: Ilustrasi Uni Eropa Minta Pasokan Batu Bara 20 Juta Ton dari Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya permintaan ekspor batu bara dari negara-negara Uni Eropa sebesar 20 juta ton per tahun di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026). Lonjakan permintaan ini terjadi menyusul dinamika geopolitik global yang belum stabil.

Permintaan tersebut mencuat seiring keputusan sejumlah negara maju untuk kembali menggunakan energi fosil sebagai solusi ketahanan energi mereka. Dilansir dari Money, Indonesia menjadi salah satu sasaran utama pemenuhan kebutuhan komoditas tambang tersebut untuk pasar internasional.

ÔÇ£Sekarang Amerika buka opsi batu bara, di Eropa membuka opsi batu bara ada minta kami untuk 20 juta per tahun,ÔÇØ ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Bahlil menjelaskan bahwa kondisi global saat ini memaksa banyak negara untuk mengubah haluan strategi energi mereka. Hal ini termasuk negara-negara yang sebelumnya sangat gencar mengampanyekan transisi menuju energi bersih namun kini kembali melirik batu bara.

ÔÇ£Dia suruh kami pensiun, dia sendiri tidak pensiun-pensiun. Bagaimana ini net zero emission 2050 2060,ÔÇØ ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Inkonsistensi agenda transisi energi global ini menjadi sorotan pemerintah Indonesia, terutama terkait tekanan terhadap negara berkembang untuk menghentikan penggunaan batu bara. Merujuk pada publikasi JP Morgan Asset Management, posisi Indonesia dinilai cukup kuat karena memiliki cadangan dan produksi batu bara yang sangat besar di tengah krisis.

ÔÇ£Saya bilang ini model apa. Saya putuskan, saya bilang (PLTU-PLTU) batu bara jalan saja dulu. Ini bicara tentang survival mode, kami bicara tentang efisiensi. Jangan kami korbankan rakyat kami dengan harga listrik yang besar,ÔÇØ tegas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Pemerintah menegaskan akan mengambil pendekatan realistis dalam kebijakan energi nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. Meski jangka panjang tetap diarahkan pada pengembangan energi baru terbarukan, penggunaan batu bara dalam jangka pendek tetap menjadi pilihan strategis demi keterjangkauan harga listrik bagi masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi