Aset kripto Bitcoin dinilai tengah memasuki fase paling transformatif seiring meluasnya adopsi oleh institusi keuangan besar dunia. Perubahan sikap Wall Street terhadap aset digital ini turut membuka akses yang lebih lebar bagi para pemodal.
Perkembangan tersebut memicu optimisme mengenai prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun volatilitas pasar masih tergolong tinggi. Minat yang kuat dari lembaga keuangan global saat ini menjadi pendorong utama bagi struktur pasar kripto.
Dilansir dari Investortrust, Eric Trump menyatakan bahwa Bitcoin sekarang berada dalam periode terbaik sepanjang masa. Menurutnya, perkembangan aset kripto ini dalam enam bulan terakhir menunjukkan lompatan besar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
"Apa yang telah dilakukan bitcoin dalam enam bulan terakhir dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya adalah transformatif. Kita sedang berada di periode terbaik yang pernah saya lihat," ujar Eric Trump.
Anak kedua dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ivana Trump tersebut menyampaikan pandangannya dalam ajang Bitcoin 2026 di Las Vegas. Ia menyoroti langkah institusi finansial besar yang mulai menyediakan layanan penyimpanan aset digital hingga produk pembiayaan seperti hipotek berbasis kripto.
Tren baru di Wall Street ini dianggap mencerminkan peningkatan kepercayaan terhadap instrumen digital. Keterbatasan pasokan yang berpadu dengan lonjakan permintaan dari institusi juga memberikan pengaruh struktural yang signifikan pada pergerakan pasar, di mana semakin banyak investor memilih untuk menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang.
Kesuksesan Produk ETF Bitcoin
Di sisi lain, kehadiran produk ETF Bitcoin dinilai menjadi salah satu peluncuran instrumen keuangan paling sukses dalam sejarah. Produk ini sukses mempermudah jangkauan bagi para investor ritel untuk ikut serta di dalam pasar mata uang kripto.
Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, berpendapat bahwa pertumbuhan ETF merupakan faktor penentu yang memperluas adopsi Bitcoin. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi mata uang digital tersebut di dalam sistem keuangan internasional.
Terkait fluktuasi harga yang kerap terjadi, pelaku pasar disarankan untuk melihat potensi investasi ini dalam horizon waktu yang lebih panjang. Keyakinan terhadap daya tahan aset kripto ini menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika pasar.
"Saya akan melewati volatilitas ini. Kita akan lihat siapa yang menang dalam jangka waktu 10 tahun," kata Eric Trump.
Kondisi Pasar dan Data Perdagangan
Berdasarkan data Coinmarketcap pada Kamis (30/4/2026) pukul 05.30 WIB, harga Bitcoin mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,63% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 75.840.
Sebelum melemah, pergerakan harga sempat menguat pada sesi perdagangan intraday hingga mendekati angka US$ 77.000. Namun, tekanan jual yang meningkat menjelang akhir sesi membuat harga berbalik arah dan terkoreksi ke zona merah.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran US$ 1,51 triliun, atau mengalami penurunan sekitar 0,62%. Walaupun terjadi penurunan harga, aktivitas transaksi di pasar tetap tinggi yang ditunjukkan oleh lonjakan volume perdagangan sebesar 25,56% menjadi US$ 40,97 miar dalam 24 jam.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar bertahan pada tingkat 2,7% yang menunjukkan kondisi likuiditas masih aman. Sementara itu, jumlah pasokan Bitcoin yang beredar telah menyentuh angka 20,02 juta BTC dari batas maksimal pasokan sebesar 21 juta BTC.
Kenaikan volume perdagangan di tengah koreksi harga mengindikasikan adanya aksi ambil untung oleh para pelaku pasar. Situasi pasar ke depan diprediksi masih akan terus dipengaruhi oleh dinamika sentimen global dan partisipasi dari investor institusional.