Energi Surya dan Baterai Kini Lebih Murah dari Bahan Bakar Fosil

Energi Surya dan Baterai Kini Lebih Murah dari Bahan Bakar Fosil
Foto: Ilustrasi Energi Surya dan Baterai Kini Lebih Murah dari Bahan Bakar Fosil.

Laporan terbaru International Renewable Energy Agency (IRENA) yang dilansir dari Lestari pada Rabu (6/5/2026) mengungkapkan bahwa biaya pembangkitan energi bersih seperti matahari dan angin kini lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil saat diintegrasikan dengan teknologi penyimpanan baterai.

Integrasi tersebut memungkinkan pasokan listrik tersedia terus-menerus selama 24 jam dengan biaya total yang mencakup pengeluaran selama masa pakai alat, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi ke pengguna akhir.

Data IRENA menunjukkan biaya paket panel surya dan baterai saat ini berada pada kisaran 54ÔÇô82 dolar AS per megawatt-jam (MWh), turun signifikan dari posisi di atas 100 dolar AS per MWh pada tahun 2020. Angka ini lebih kompetitif dibandingkan biaya pembangkit batu bara baru di Tiongkok sebesar 70ÔÇô85 dolar AS per MWh dan gas global yang mencapai 100 dolar AS per MWh.

ÔÇ£Krisis energi terburuk dalam puluhan tahun terakhir telah menunjukkan kerugian besar akibat bergantung pada bahan bakar fosil. Namun, sekarang ada jalan lain. Energi terbarukan kini semakin menjadi pilihan yang paling terjangkau, andal, dan aman,ÔÇØ ungkap Sekretaris Jenderal PBB Ant├│nio Guterres.

Sekretaris Jenderal PBB tersebut memberikan pernyataan ini di tengah tren penurunan biaya yang diprediksi akan berlanjut hingga 30 persen pada 2030 dan 40 persen pada 2035 untuk lokasi dengan potensi terbaik.

Untuk sektor tenaga angin, IRENA mencatat biaya paket kincir angin dan baterai pada 2025 berkisar antara 59 dolar AS per MWh di Mongolia Dalam hingga 94 dolar AS per MWh di Brasil, Jerman, dan Australia. Sektor ini pun diproyeksikan mengalami penurunan biaya hingga serendah 49 dolar AS per MWh di pasar-pasar tersebut pada 2030.

Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, menegaskan bahwa ketersediaan energi terbarukan selama 24 jam telah membuktikan kemampuannya dalam menyediakan listrik yang stabil sekaligus melindungi ekonomi dari fluktuasi harga pasar minyak dan gas akibat konflik politik.

ÔÇ£Energi terbarukan yang tersedia 24 jam kini harganya sudah bersaing dengan bahan bakar fosil. Alasan lama yang menyebutkan bahwa energi terbarukan tidak bisa diandalkan sudah tidak berlaku lagi. Saat ini, energi terbarukan mampu menyediakan listrik yang stabil sepanjang waktu. Karena pasar minyak dan gas sering terganggu oleh konflik politik dunia, kita harus melindungi ekonomi kita dengan sistem energi terbarukan yang lebih kuat,ÔÇØ papar Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera.

Ia menambahkan bahwa revolusi teknologi baterai telah mengubah lanskap ekonomi sistem energi secara keseluruhan dengan mempercepat kemajuan penyimpanan energi serta memperkuat keamanan energi di masa krisis.

ÔÇ£Ekonomi seluruh sistem energi telah berubah. Revolusi baterai telah menurunkan biaya sekaligus mempercepat kemajuan dalam penyimpanan energi. Keuntungan energi terbarukan tidak hanya soal ekonomi tetapi juga strategi, karena memperkuat ketahanan, stabilitas, dan keamanan energi di masa krisis,ÔÇØ tambahnya.

Selain efisiensi biaya, proyek energi bersih menawarkan keunggulan dalam kecepatan pembangunan yang rata-rata selesai dalam satu hingga dua tahun. Pemanfaatan energi terbarukan juga dinilai sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan daya pusat data dan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang membutuhkan aliran listrik tanpa henti.

Artikel terkait

Rekomendasi