Sejumlah perusahaan terbuka dari berbagai sektor industri bersiap membagikan dividen yang bersumber dari perolehan laba tahun buku 2025. Dilansir dari Money, emiten yang menebar keuntungan ini mencakup sektor telekomunikasi, perbankan, konstruksi, pelayaran, hingga pertambangan.
Total nilai dividen yang digelontorkan mencapai angka miliaran hingga triliunan rupiah. Fenomena ini menjadi indikator kinerja keuangan emiten yang tetap kokoh di tengah fluktuasi pasar saham yang terjadi sejak awal 2026.
PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan diri sebagai salah satu pemberi dividen terbesar dengan total mencapai Rp 3,57 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai senilai Rp 111 per lembar saham.
Langkah korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026. Corporate Secretary ISAT, Reski Damayanti, menjelaskan bahwa pembagian ini didukung oleh laba bersih entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun.
ÔÇ£Dividen per saham mencapai Rp 111,ÔÇØ ujar Reski.
Bagi investor yang mengincar dividen ISAT, cum dividen di pasar reguler dijadwalkan pada 13 Mei 2026. Sementara itu, proses pengiriman dana ke rekening pemegang saham akan dilaksanakan pada 5 Juni 2026.
Di lini perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga mengalokasikan dividen tunai Rp 1,51 triliun atau Rp 32,81 per saham. Dana ini diambil dari perolehan laba bersih tahun 2025 yang menembus Rp 7,56 triliun.
Jadwal cum dividen BRIS serupa dengan ISAT, yakni 13 Mei 2026, dengan tanggal pembayaran yang jatuh pada 5 Juni 2026. Selanjutnya, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) turut membagikan dividen Rp 850,17 miliar.
BJTM akan memberikan Rp 56,62 per saham kepada para pemegang sahamnya. Batas waktu cum dividen emiten perbankan daerah ini jatuh pada 18 Mei 2026, dengan realisasi pembayaran pada 5 Juni 2026.
Kontribusi Sektor Pertambangan dan Pelayaran
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dari industri tambang emas menetapkan dividen senilai 60 juta dollar AS. Jumlah tersebut merepresentasikan rasio pembayaran dividen sebesar 60 persen dari total laba bersih perseroan.
Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, mengungkapkan bahwa sebagian dividen telah disalurkan sebagai dividen interim pada Desember 2025. Hal ini menyusul lonjakan laba bersih ARCI sebesar 884 persen sepanjang tahun lalu.
ÔÇ£Masih ada dividen final yang akan dibagikan,ÔÇØ kata Rudy.
Di sektor pelayaran, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 95,19 miliar. Anastasia Xenia selaku Corporate Secretary SHIP menyebutkan nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp 35.
ÔÇ£Nilai dividen per saham mencapai Rp 35,ÔÇØ ujar Anastasia.
Jadwal pembayaran dividen SHIP ditetapkan pada 26 Mei 2026. Selain itu, PT PAM Mineral Tbk (NICL) di sektor nikel membagikan dividen final Rp 63,81 miliar, sehingga total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp 382,88 miliar.
Daftar Dividen Sektor Konstruksi dan Kimia
Industri konstruksi melalui PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) juga menyepakati dividen tunai Rp 375,1 miliar atau Rp 110 per saham. Pemegang saham dapat mencermati tanggal cum dividen pada 18 Mei 2026.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) yang bergerak di sektor kimia ikut membagikan dividen Rp 45,4 miliar. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp 31 dengan jadwal pembayaran pada 29 Mei 2026.
Terakhir, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) mengalokasikan dividen tunai sejumlah Rp 1,93 miliar atau Rp 1,5 per saham. Pembayaran keuntungan bagi investor KUAS ini direncanakan cair pada 10 Juni 2026.