Ekspor CPO Indonesia Anjlok 35 Persen pada Maret 2026

Ekspor CPO Indonesia Anjlok 35 Persen pada Maret 2026
Foto: Ilustrasi Ekspor CPO Indonesia Anjlok 35 Persen pada Maret 2026.

Nilai ekspor minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya mengalami penurunan tajam sebesar 35,08 persen secara tahunan pada Maret 2026. Meskipun merosot, komoditas ini tetap menjadi tulang punggung utama bagi kinerja ekspor nasional sepanjang kuartal I/2026 dilansir dari Ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengiriman komoditas dengan kode HS 1511 tersebut mencapai nilai US$1,42 miliar dengan total volume 1,31 juta ton. Penurunan ini dipicu oleh tekanan harga di pasar global serta normalisasi permintaan setelah mencapai basis tinggi pada tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memberikan penjelasan mendalam terkait data perdagangan internasional tersebut dalam rilis resmi pemerintah pada Senin (4/5/2026).

"Nilai ekspor CPO tersebut dan turunannya turun sebesar 35,08% secara year on year," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS).

Kendati mengalami pelemahan pada bulan Maret, akumulasi ekspor CPO selama periode Januari hingga Maret 2026 masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor nonmigas secara keseluruhan masih mendominasi dengan kontribusi mencapai US$63,60 miliar.

Ateng Hartono menjelaskan bahwa kenaikan ekspor nonmigas secara kumulatif banyak didorong oleh performa sektor industri pengolahan yang memberikan andil sebesar 3,15 persen. Produk nikel, kimia dasar organik, hingga semikonduktor menjadi motor penggerak utama manufaktur di samping minyak sawit.

Kinerja Ekspor Indonesia Kuartal I/2026
SektorNilai (US$ Miliar)Pertumbuhan Tahunan (%)
Total Ekspor66,850,34
Nonmigas63,600,98
Migas3,25-10,58

Tiongkok masih menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor mencapai US$16,50 miliar, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17,49 persen dibandingkan kuartal I/2025. Selain Tiongkok, pengiriman ke pasar India dan kawasan ASEAN juga dilaporkan mengalami kenaikan signifikan.

Namun, situasi berbeda terjadi pada pasar Amerika Serikat dan Uni Eropa yang justru mencatatkan penurunan permintaan. Di dalam negeri, koreksi nilai ekspor Maret juga dipengaruhi oleh anjloknya komoditas lain seperti kakao yang turun 50,89 persen serta kopi, teh, dan rempah yang merosot 54,69 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi