Ekspor Beras ke Malaysia, Dirut Bulog Pastikan Harga Jual 2026 di Atas HET

Ekspor Beras ke Malaysia, Dirut Bulog Pastikan Harga Jual 2026 di Atas HET
Foto: Ekspor Beras ke Malaysia, Dirut Bulog Pastikan Harga Jual 2026 di Atas HET. (Illustration by Pexels)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) di dalam negeri. Langkah ini diambil untuk mendukung ekonomi nasional dan kesejahteraan petani. Usai menghadiri acara pemotongan hewan kurban di Jakarta, Rizal mengungkapkan bahwa strategi harga ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor beras dapat memberikan keuntungan bagi petani dan negara.

"Arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) jelas, harga ekspor harus menguntungkan bagi petani serta negara," kata Rizal. Dia juga menambahkan, harga untuk ekspor beras ke Malaysia diharapkan lebih tinggi dari penawaran sebelumnya yang sekitar Rp16.000 per kilogram. "Ya, insya Allah, seperti itu (harga di atas Rp16.000 per kilogram)," jelasnya.

Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian berencana mengunjungi Sarawak, Malaysia, setelah Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tujuannya adalah untuk membahas rencana ekspor beras. Rizal menjelaskan, kunjungan ini bertujuan memastikan jumlah kebutuhan beras sekaligus menentukan komposisi harga dan skema perdagangan yang terbaik antara kedua negara.

"Rencana setelah Idul Adha, kami akan ke Sarawak dengan tim Kementerian Pertanian, Insya Allah, untuk memastikan jumlah dan harga pastinya," katanya. Selain itu, pembahasan teknis juga akan mencakup mekanisme pengiriman beras. Diskusi akan menentukan apakah beras akan dikirim melalui jalur pelabuhan atau langsung dari Pelabuhan Priok Jakarta.

Rizal mengatakan diskusi lebih lanjut dengan pihak Malaysia diperlukan untuk memastikan proses ekspor efisien dan menguntungkan bagi kedua negara. "Nanti kita akan diskusi di sana apakah port to port atau mereka beli langsung di Pelabuhan Priok," ujarnya.

Bulog juga akan berdiskusi dengan internal terutama direktur pemasaran dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman. Tujuannya untuk menentukan harga terbaik sebelum melaksanakan ekspor resmi. "Kami mencari arahan terbaik," tambah Rizal.

Bulog optimis bahwa rencana ekspor beras ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional. Juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan ekonomi nasional. Harga eceran tertinggi (HET) beras premium sesuai regulasi Badan Pangan Nasional saat ini berkisar antara Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah penjualan di Indonesia.

Sebelumnya, saat meluncurkan 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo menyebut kesiapan Bulog dalam menghadapi peluang ekspor beras. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya agar beras Indonesia tidak dijual terlalu murah di pasar ekspor.

Artikel terkait

Rekomendasi