Diastika Biotekindo Ekspansi Alat Kesehatan Deteksi Hantavirus

Diastika Biotekindo Ekspansi Alat Kesehatan Deteksi Hantavirus
Foto: Ilustrasi Diastika Biotekindo Ekspansi Alat Kesehatan Deteksi Hantavirus.

Emiten kesehatan PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) tengah menyiapkan ekspansi kategori produk zoonotik guna mendeteksi potensi mutasi Hantavirus pada Selasa (12/6/2026). Langkah strategis ini diambil merespons peringatan global mengenai risiko penularan virus tersebut antarmanusia di lingkup internasional.

Direktur Utama Diastika Biotekindo, F.X Yoshua R, mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini sedang menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah mitra global. Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat ketersediaan infrastruktur medis khusus pemeriksaan virus zoonotik di pasar domestik Indonesia.

"Kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau brand-brand besar dunia untuk kerja sama mendatangkan alat kesehatan untuk pemeriksaan Hantavirus di Indonesia," ujarnya F.X Yoshua R, Direktur Utama Diastika Biotekindo.

Perseroan menilai diversifikasi ke segmen produk zoonotik sangat mendesak karena karakteristik Hantavirus yang mampu bermutasi secara agresif. Penyakit ini dilaporkan dapat memicu komplikasi sistemik pada tubuh manusia dalam durasi yang sangat singkat.

"Kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau brand-brand besar dunia untuk kerja sama mendatangkan alat kesehatan untuk pemeriksaan Hantavirus di Indonesia," ujarnya F.X Yoshua R, Direktur Utama Diastika Biotekindo.

Ekspansi emiten berkode saham CHEK ini muncul setelah adanya laporan dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, terkait indikasi infeksi Hantavirus di kapal pesiar. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah Indonesia mulai memperketat panduan skrining dan surveilans.

Guna mendukung upaya deteksi dini, CHEK telah menyiapkan berbagai platform teknologi medis mulai dari pemeriksaan Molecular dan PCR hingga Genomic Sequencing. Fasilitas ini dirancang untuk memantau pergeseran strain virus serta mendukung sistem Immunoassay dan Serologi di tanah air.

Berdasarkan data kinerja keuangan yang dilansir dari Market, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Pendapatan CHEK melonjak 30,04% secara tahunan menjadi Rp201,30 miliar, dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp154,79 miliar.

Segmen Diagnostik Klinis menjadi kontributor terbesar dengan raihan Rp142,19 miliar bagi total pendapatan perusahaan. Sementara itu, segmen Life Science turut memberikan kontribusi positif dengan nilai pendapatan mencapai Rp59,11 miliar pada periode yang sama.

Artikel terkait

Rekomendasi