Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026, Selasa (5/5/2026). Capaian ini melampaui pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen yang ditopang dominasi konsumsi domestik.
Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku menyentuh angka Rp 6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp 3.447,7 triliun. Dilansir dari Money, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi 54,36 persen dari total PDB.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa ketahanan konsumsi masyarakat menjadi elemen krusial dalam mempertahankan ekspansi ekonomi nasional di awal tahun. Aktivitas belanja ini tumbuh 5,52 persen (yoy) seiring meningkatnya mobilitas selama libur keagamaan.
"Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.
Peningkatan tersebut dipicu momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang mendorong sektor transportasi dan akomodasi. Pemerintah juga turut menjaga daya beli melalui pemberian tunjangan hari raya (THR), gaji ke-14, serta kebijakan stabilitas suku bunga bagi masyarakat.
Data BPS menunjukkan lonjakan signifikan pada konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen (yoy), didorong oleh realisasi belanja berbagai program termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga stabil dengan pertumbuhan 5,96 persen.
Secara spasial, Pulau Jawa masih mendominasi struktur ekonomi nasional dengan kontribusi 57,24 persen. Meski demikian, pertumbuhan tertinggi justru dicatatkan oleh wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang mencapai angka 7,93 persen secara tahunan.
| Wilayah | Kontribusi PDB (%) | Pertumbuhan (yoy %) |
|---|---|---|
| Pulau Jawa | 57,24 | 5,79 |
| Sumatera | 22,08 | (tidak disebutkan detail) |
| Kalimantan | 7,99 | (tidak disebutkan detail) |
| Sulawesi | 7,12 | 6,95 |
| Bali dan Nusa Tenggara | 2,80 | 7,93 |
| Maluku dan Papua | 2,77 | (tidak disebutkan detail) |
Sektor lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat tumbuh 8,04 persen, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum melonjak 13,14 persen. Namun, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 2,14 persen pada periode yang sama.