PT Indonesia Fintopia Technology atau Easycash bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia meluncurkan Modul Bijak Keuangan yang disebut MOJANG. Panduan literasi keuangan praktis ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Gen Z dan Milenial, seperti dikutip dari Investortrust.
MOJANG hadir sebagai materi edukasi yang dekat dengan realitas keseharian anak muda. Program ini bertujuan mengajak generasi muda untuk belajar tentang keuangan dalam komunitas yang saling mendukung agar lebih paham dalam mengambil keputusan finansial sejak awal.
Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Naomi Triyuliyani, mengapresiasi peluncuran MOJANG sebagai sarana diseminasi kesadaran keuangan bagi masyarakat. Menurut Naomi, peningkatan literasi merupakan hasil kerja sama dari seluruh pihak terkait.
"Kami berharap peluncuran MOJANG menjadi langkah awal bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam literasi keuangan ataupun motivasi untuk terus meningkatkan skill kehidupan lainnya. Kami sangat mengharapkan seluruh fasilitas yang ada termasuk MOJANG, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk semakin membangun awareness, membangun keterampilan anak-anak muda terutama meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan keuangan," kata Naomi dalam acara Peluncuran Modul Bijak Keuangan (MOJANG) di The Langham Ballroom, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Kemudahan akses layanan keuangan digital saat ini menimbulkan tantangan baru bagi Gen Z dan Milenial dalam mengelola keuangan secara sehat. Banyak anak muda mulai mengambil keputusan finansial tanpa panduan yang memadai, sehingga uang jajan atau gaji kerap habis lebih cepat, utang diambil tanpa perhitungan, dan risiko finansial baru disadari setelah masalah muncul.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kesenjangan antara pemanfaatan layanan keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat. Indeks inklusi keuangan tercatat mencapai 80,51 persen, sementara literasi baru berada di angka 66,46 persen.
Kesenjangan ini juga terlihat jelas pada kelompok usia muda. Kelompok usia 18ÔÇô25 tahun mencatat inklusi 89,96 persen dengan literasi 73,22 persen, usia 26ÔÇô35 tahun memiliki inklusi 86,10 persen dengan literasi 74,04 persen, serta usia 36ÔÇô50 tahun mencatat inklusi 85,81 persen dengan literasi 72,05 persen.
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai adopsi layanan keuangan digital di kalangan Gen Z dan Milenial berjalan sangat cepat. Oleh karena itu, akselerasi adopsi ini perlu diimbangi dengan penguatan literasi melalui kolaborasi strategis para pemangku kepentingan.
"Bagi AFTECH, inovasi fintech harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. MOJANG menjadi contoh kolaborasi strategis agar generasi muda tidak hanya punya akses, tetapi juga pemahaman dalam menggunakan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab," ungkap Firlie.
Easycash melihat peningkatan literasi keuangan generasi muda sebagai kebutuhan mendesak seiring cepatnya perubahan perilaku finansial di era digital. Program literasi ini dihadirkan dengan semangat #MulaiDariMOJANG, yakni memulai pemahaman finansial sebelum akses digunakan secara aktif.
Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menekankan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kemauan untuk belajar. MOJANG dikemas dengan pendekatan ringan serta membahas topik krusial seperti pengelolaan arus kas, manajemen utang, reputasi kredit, hingga pembedaan platform berizin dan pinjaman ilegal.
"Gen Z dan milenial hidup di tengah arus informasi dan pilihan yang serba cepat, sehingga rentan salah langkah dalam mengambil keputusan finansial. Lewat MOJANG, kami ingin menghadirkan panduan yang dekat dengan realitas mereka, tidak menggurui, tetapi mendampingi proses belajar. Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, mereka bisa #JadiLebihPaham dalam memilih keputusan finansial hari ini tanpa mengorbankan rencana hidup di masa depan," jelas Nucky.
MOJANG memberikan perhatian khusus pada pentingnya reputasi kredit sebagai aset jangka panjang. Cara seseorang mengelola utang, memenuhi kewajiban pembayaran, hingga bersikap disiplin terhadap komitmen finansial akan tercermin langsung pada rekam jejak kreditnya.
President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menjelaskan bahwa reputasi kredit bukan sekadar catatan administratif, melainkan cerminan perilaku finansial seseorang dari waktu ke waktu. Rekam jejak ini sangat menentukan kepercayaan dan akses terhadap berbagai layanan keuangan ke depan.
"Dari sudut pandang perencana keuangan, masalah sering kali bukan pada produknya, tetapi pada kurangnya literasi. MOJANG hadir sebagai panduan praktis agar generasi muda memahami risiko, reputasi kredit, dan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab," jelas Akbar.
Lewat MOJANG, Nucky menambahkan, Easycash ingin mendorong tumbuhnya kebiasaan finansial yang lebih sehat di kalangan generasi muda melalui edukasi yang praktis, relevan, dan mudah diterapkan.
"Upaya ini jadi bagian dari komitmen bersama kita untuk memperkuat literasi keuangan agar generasi muda nggak hanya melek layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan tanggung jawabnya sejak dini, untuk menyiapkan masa depan finansial yang sehat dan berkelanjutan," tutur Nucky.