Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sunah di awal bulan Dzulhijjah menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Rangkaian puasa sunah yang paling utama ini meliputi Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Secara keseluruhan, ibadah ini berlangsung selama dua hari berturut-turut pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah ditunaikan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.
Meskipun dua hari tersebut sangat populer, kaum Muslim sebenarnya disunahkan untuk berpuasa selama sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah. Amalan sepuluh hari pertama ini menjadi waktu yang sangat dicintai Allah SWT.
Namun, umat Islam dilarang keras berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah yang merupakan Hari Raya Idul Adha. Larangan berpuasa ini juga berlaku pada hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah karena hukumnya haram.
Penentuan waktu pelaksanaan kedua puasa ini dalam kalender Masehi memerlukan rujukan dari hasil sidang isbat. Pemerintah atau otoritas keagamaan setempat akan menetapkan awal mula bulan Dzulhijjah tersebut.
Nama Tarwiyah sendiri berasal dari kata tarrawiya atau ar-rawiyah yang memiliki arti merenung atau berpikir. Istilah ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS saat menerima wahyu.
| Nama Puasa | Tanggal Hijriah | Keterangan |
|---|---|---|
| Puasa Tarwiyah | 8 Dzulhijjah | Dua hari sebelum Idul Adha |
| Puasa Arafah | 9 Dzulhijjah | Satu hari sebelum Idul Adha |
Keutamaan Membasuh Dosa
Melaksanakan puasa di dua hari istimewa ini mendatangkan keutamaan yang sangat besar. Fasilitas spiritual ini diberikan khusus bagi kaum Muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji.
Pertama, Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah diyakini dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Kedua, Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah menjadi bentuk pembersihan diri serta persiapan sebelum memasuki hari puncak.
Selain itu, momen ini menjadi bagian dari amalan di hari istimewa. Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah selain pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Bagi masyarakat yang ingin mengamalkan ibadah sunah ini, berikut adalah lafal niat lengkap dengan teks latin dan artinya.
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi taÔÇÖala.
(Artinya: Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.)
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi taÔÇÖala.
(Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala.)
Ibadah dua hari ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih ampunan. Amalan tersebut sangat ditekankan bagi umat Muslim yang tidak sedang menjalani prosesi wukuf di Padang Arafah.