Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah menggodok revisi aturan Rencana Bisnis Bank (RBB). Langkah ini diambil untuk memperkuat peran sektor perbankan dalam mendanai berbagai program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Merespons kebijakan tersebut, Bank Bengkulu menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan strategi bisnis mereka. Fokus utamanya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi dengan program-program pemerintah.
Dukungan Bank Bengkulu untuk Program Makan Bergizi Gratis
Plt Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menyesuaikan RBB dengan arah pengelolaan APBD serta kebijakan pusat. Penyesuaian ini tetap dilakukan dengan mempertimbangkan manajemen risiko yang ketat, terutama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengarahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bank Bengkulu membidik para pelaku UMKM yang berperan sebagai pemasok bahan baku untuk dapur umum program tersebut.
Rincian fokus penyaluran kredit Bank Bengkulu dalam mendukung program pemerintah:
- Penyaluran KUR UMKM: Memberikan bantuan modal bagi pengusaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis.
- Sektor Pemasok Sayur: Memprioritaskan pembiayaan bagi petani dan pedagang sayur yang menjadi supplier utama kebutuhan dapur MBG.
- Ketahanan Pangan Lokal: Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor agribisnis di wilayah Bengkulu.
Melalui skema pembiayaan ini, Bank Bengkulu berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di tingkat lokal. Pemberdayaan UMKM menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan bahan pangan untuk menyokong program nasional tersebut.
Target Pertumbuhan Kredit UMKM
Bank Bengkulu optimistis dapat mencapai target pertumbuhan kredit UMKM di angka 7 persen hingga 9 persen. Angka ini sejalan dengan upaya BPD di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan akses keuangan bagi masyarakat kecil.
Strategi penyesuaian RBB ini diharapkan memberikan dampak positif bagi stabilitas keuangan bank sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penjelasan lebih mendalam mengenai strategi ini dibahas dalam sesi dialog khusus bersama CNBC Indonesia TV.
Berikut adalah ringkasan poin utama penyesuaian RBB Bank Bengkulu:
| Aspek Penyesuaian | Fokus Utama Bank Bengkulu |
|---|---|
| Sektor Sasaran KUR | UMKM pemasok bahan pangan dan dapur program MBG. |
| Target Kredit | Pertumbuhan kredit UMKM sebesar 7% - 9%. |
| Landasan Aturan | Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) oleh OJK. |
| Kesesuaian Risiko | Penyelarasan dengan APBD dan profil risiko BPD. |
Data di atas menunjukkan komitmen Bank Bengkulu dalam memadukan profitabilitas bank dengan misi sosial pemerintah. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi BPD sebagai motor penggerak ekonomi di daerah.
Sebagai bagian dari kelompok Bank Pembangunan Daerah, Bank Bengkulu terus melakukan inovasi pada produk pinjamannya. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha mikro tetap bisa bersaing dan naik kelas di tengah tantangan ekonomi global tahun 2026.