DPR Minta Evaluasi MSCI Jadi Momentum Penguatan Pasar Modal Indonesia

DPR Minta Evaluasi MSCI Jadi Momentum Penguatan Pasar Modal Indonesia
Foto: Ilustrasi DPR Minta Evaluasi MSCI Jadi Momentum Penguatan Pasar Modal Indonesia.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta keputusan rebalancing indeks oleh MSCI dijadikan momentum pembenahan dan penguatan fundamental pasar modal Indonesia agar semakin sehat, transparan, dan kredibel di mata investor global, Senin (18/5/2026).

Tekanan di pasar saham akibat keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek yang perlu disikapi secara proporsional, dilansir dari Media Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia bahkan sempat anjlok hingga 3,87 persen pada Senin (18/5) pagi akibat sentimen tersebut.

ÔÇ£Pasar modal yang kuat tidak dibangun hanya dari euforia kenaikan indeks, tetapi dari kredibilitas sistem, kualitas tata kelola, dan kepercayaan investor terhadap integritas pasar,ÔÇØ kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Misbakhun menilai tekanan IHSG dalam beberapa minggu terakhir lebih dipengaruhi penyesuaian portofolio jangka pendek dibanding pelemahan fundamental ekonomi nasional. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan basis investor domestik, peningkatan kualitas emiten, serta pendalaman pasar keuangan.

ÔÇ£Investor harus melihat ini dalam perspektif jangka panjang. Pasar kita tetap memiliki prospek yang baik selama reformasi struktural dan penguatan integritas pasar dijalankan secara konsisten,ÔÇØ terang Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Ia menegaskan posisi Indonesia sebagai emerging market harus dijaga melalui perbaikan kualitas pasar yang berkelanjutan demi membangun kepercayaan investor global. Penurunan indeks dinilai tetap terkendali karena ditopang oleh fondasi ekonomi nasional yang solid.

ÔÇ£Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan kualitas pasar kita tumbuh setara dengan potensi ekonomi nasional,ÔÇØ tegas Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Evaluasi MSCI dipandang perlu menjadi bahan introspeksi bersama oleh regulator, Bursa Efek Indonesia, dan para emiten. Aspek kualitas free float, transparansi kepemilikan saham, likuiditas perdagangan, dan tata kelola emiten menjadi poin utama yang perlu diperkuat.

ÔÇ£Kalau kita ingin pasar modal kita dipercaya dunia internasional, maka kita harus siap mengikuti standar global,ÔÇØ tandas Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Artikel terkait

Rekomendasi