DPR Dorong Penguatan Investor Domestik Atasi Tekanan Rupiah

DPR Dorong Penguatan Investor Domestik Atasi Tekanan Rupiah
Foto: Ilustrasi DPR Dorong Penguatan Investor Domestik Atasi Tekanan Rupiah.

Anggota Komisi XI DPR RI Erik Hermawan mendorong pemerintah untuk memperkuat peran investor domestik menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp 17.300. Langkah tersebut dinilai mendesak guna menekan volatilitas mata uang secara berkelanjutan pada Minggu, 26 April 2026.

"Penguatan investor domestik sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, sehingga volatilitas nilai tukar dapat ditekan secara lebih berkelanjutan," kata Erik, Anggota Komisi XI DPR RI sebagaimana dilansir dari Nasional.

Ketergantungan pada modal asing dan meningkatnya minat investor global terhadap aset berbasis dollar AS menjadi pemicu utama arus modal keluar. Erik menjelaskan bahwa faktor eksternal tersebut menjadi determinan utama yang menekan pergerakan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Situasi ini menunjukkan bahwa tekanan global masih menjadi determinan utama dalam pergerakan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia," ujar Erik, Anggota Komisi XI DPR RI.

Meskipun menghadapi tekanan berat, legislator tersebut berpendapat bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi kuat. Hal ini didasarkan pada indikator inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta ketersediaan cadangan devisa yang mencukupi.

Namun, Erik mengingatkan bahwa kondisi fundamental tersebut belum sepenuhnya mampu membendung dampak siklus keuangan global. Ketidakpastian geopolitik serta kebijakan moneter dari negara-negara maju tetap menjadi ancaman nyata bagi stabilitas fiskal dalam negeri.

Penegasan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia juga disampaikan untuk menjaga kepercayaan pasar. Erik menilai koordinasi fiskal dan penggunaan instrumen moneter yang optimal menjadi kunci menghadapi tekanan eksternal yang tinggi.

"Optimalisasi instrumen moneter, penguatan koordinasi fiskal, serta komunikasi kebijakan yang kredibel dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi," jelas Erik, Anggota Komisi XI DPR RI.

Selain kebijakan moneter, percepatan transformasi ekonomi nasional melalui peningkatan daya saing ekspor dan penguatan struktur industri dalam negeri turut didorong. Erik meyakini fondasi ekonomi yang kokoh akan membuat Indonesia lebih tangguh menghadapi gejolak global di masa depan.

Menurutnya, dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, Indonesia akan mampu menghadapi gejolak global sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Jumat, 24 April 2026, rupiah tercatat menguat 57 poin atau sekitar 0,33 persen. Mata uang Garuda tersebut ditutup pada posisi Rp 17.229 per dollar AS setelah sebelumnya sempat melampaui angka Rp 17.300.

Artikel terkait

Rekomendasi