DPP LDII Dorong Ibadah Kurban Jadi Gerakan Solidaritas Sosial

DPP LDII Dorong Ibadah Kurban Jadi Gerakan Solidaritas Sosial
Foto: Ilustrasi DPP LDII Dorong Ibadah Kurban Jadi Gerakan Solidaritas Sosial.

Ibadah kurban dinilai sebagai manifestasi ketakwaan sekaligus sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Penguatan hubungan spiritual dan sosial ini menjadi fokus utama dalam momentum perayaan Idul Adha.

Seperti diberitakan oleh Media Indonesia, DPP LDII mendorong seluruh jajaran organisasi hingga tingkat paling bawah untuk menjadikan momen ini sebagai gerakan kepedulian sosial yang menjangkau masyarakat luas.

"Ibadah kurban merupakan wujud teladan ketakwaan, pengorbanan, kesyukuran dan keikhlasan tertinggi dari Nabi Ibrahim pada Allah SWT," kata Dody Taufik Wijaya didampingi artis legendaris Ida Royani pada pembagian hewan kurban bagi warga di kantor DPP LDII, Jakarta, Rabu (27/5).

Dody Taufiq Wijaya selaku Ketua Umum DPP LDII menekankan pentingnya meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang kini menjadi syariat umat Islam. Semangat berkurban di era modern juga wajib dimaknai sebagai upaya mempererat hubungan antarsesama melalui gotong royong.

"Kurban adalah simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial, yang memiliki nilai dalam memperkuat solidaritas, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan membangun kebersamaan di lingkungan masing-masing," kata Dody Taufiq Wijaya.

Dalam acara pembagian tersebut, mantan artis Ida Royani ikut berbaur dengan ratusan warga yang mengantre tertib. Mitra duet almarhum Benyamin Suaeb ini membagikan langsung paket daging kurban kepada masyarakat.

"Bapak-ibu mohon antre yang tertib yee.. agar pembagian kurban kite lancar semuanye," kata Ida Royani dengan logat kental Betawi.

Guna memastikan distribusi daging menjangkau lapisan akar rumput secara merata, DPP LDII memberdayakan struktur organisasi dari tingkat DPW, DPD, hingga Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC).

"Kami mendorong PC dan PAC LDII di seluruh Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kurban di lingkungan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis komunitas, manfaat kurban diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat," kata Dody Taufiq Wijaya.

Selain fokus pada aspek sosial, organisasi ini juga melanjutkan tradisi berkurban yang memperhatikan kelestarian alam. Seluruh jajaran diinstruksikan melakukan penyembelihan secara bersih, sehat, serta menekan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Langkah nyata dilakukan dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam membagikan daging. Wadah alternatif yang ramah lingkungan atau plastik daur ulang menjadi pilihan utama yang disosialisasikan kepada warga.

"Pelaksanaan kurban harus memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kami menginstruksikan seluruh warga LDII agar mulai menggunakan plastik daur ulang atau wadah yang lebih ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban. Semangat ibadah kurban juga harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan," kata Dody Taufiq Wijaya.

Standar kebersihan lokasi, jaminan kesehatan hewan kurban, hingga pengelolaan limbah hasil penyembelihan turut menjadi perhatian serius demi menjaga kesehatan masyarakat luas.

"Kurban yang baik harus sah secara syariat, berikutnya juga harus higienis, tertib, dan memperhatikan kesehatan masyarakat. Limbah hasil penyembelihan perlu dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan pencemaran maupun gangguan lingkungan," kata Dody Taufiq Wijaya.

Melalui langkah ini, perayaan Idul Adha diharapkan mampu membangun budaya gotong royong sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi