Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran

Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran
Foto: Ilustrasi Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata Amerika Serikat dan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran pada Kamis (23/4/2026) guna memberikan ruang bagi Teheran mengajukan proposal perdamaian. Langkah diplomatik ini dilakukan menyusul adanya permintaan khusus dari Pakistan selaku mediator dalam konflik kedua negara tersebut.

Keputusan penundaan serangan militer ini diambil tepat saat masa berlaku gencatan senjata sebelumnya berakhir pada Rabu (22/4/2026). Dilansir dari Kompas, otoritas Amerika Serikat memilih untuk tetap menyiagakan kekuatan militer di kawasan meski serangan langsung ditangguhkan untuk sementara waktu.

"Oleh karena itu, saya telah mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade, dan dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu. Oleh karena itu, akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau lain cara," kata Trump, Presiden AS.

Penilaian terhadap posisi global Amerika Serikat dalam konflik ini datang dari akademisi Ilmu Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah. Ia memandang bahwa dukungan domestik maupun internasional terhadap pemerintah AS saat ini sedang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

"Saat ini posisi Amerika Serikat juga sudah tidak bagus dalam berbagai perspektif, dari kondisi domestik di Amerika, dari dukungan internasional, dari negara-negara aliansi," katanya Tia Mariatul Kibtiah, Dosen HI Binus University.

Tia menjelaskan bahwa saat ini aliansi pendukung AS mulai menyusut dan hanya menyisakan Israel, sementara negara-negara Teluk mulai bersikap pasif sejak pengaruh Tiongkok masuk ke kawasan. Perubahan sikap para pemimpin negara Teluk terlihat dari tuntutan agar peperangan segera diakhiri.

"Artinya memang sudah tidak ada pilihan untuk Amerika Serikat. Ketika Iran tidak mau kembali ke meja perundingan, maka tekanan yang dilakukan adalah dengan menyatakan ceasefire (gencatan senjata) yang tidak ada batas waktu," ucap Tia Mariatul Kibtiah, Dosen HI Binus University.

Dari pihak Iran, tuntutan tegas diajukan sebagai syarat dimulainya kembali negosiasi di Islamabad, Pakistan. Duta Besar Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, menekankan bahwa pembicaraan tidak akan terjadi selama blokade militer di Selat Hormuz masih berlangsung.

"Amerika Serikat harus menghentikan pelanggaran gencatan senjata sebelum negosiasi apa pun," kata Amir-Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB.

Iravani menyatakan kesiapan pihaknya menghadapi berbagai kemungkinan skenario di masa depan. Iran menuduh Amerika Serikat telah melakukan beberapa kali pelanggaran sejak kesepakatan penghentian serangan diberlakukan di wilayah konflik.

"Segera setelah mereka mencabut blokade, negosiasi babak selanjutanya akan digelar di Islamabad (Pakistan). Iran siap untuk skenario apa pun," kata Amir-Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB.

Artikel terkait

Rekomendasi