Gawai pintar terbaru milik Donald Trump bernama Gold T1 memicu gelombang kritik tajam di media sosial setelah perangkat tersebut dinilai memiliki kemiripan identik dengan ponsel anggaran buatan Tiongkok. Peluncuran ponsel pintar seharga US$499 atau sekitar Rp7,9 juta tersebut menjadi sorotan karena adanya perubahan narasi pemasaran yang dinilai meragukan.
Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia yang mengutip laporan NBC News, kotak perangkat tersebut mencantumkan label yang menyatakan bahwa produk dirakit di Amerika Serikat. Namun, sejumlah ahli menduga kuat bahwa komponen utama gawai ini dipasok dari luar negeri dengan basis perangkat yang serupa dengan HTC U24 Pro.
Kritik dari warganet semakin meluas setelah ditemukan kesalahan cetak pada desain fisik, di mana gambar bendera Amerika Serikat di bagian belakang ponsel hanya memiliki 11 garis horizontal. Selain itu, manajemen Trump Mobile juga kedapatan mengubah deskripsi produk di situs resmi mereka dari semula buatan Amerika Serikat menjadi desain kebanggaan Amerika.
Seorang pakar menjelaskan bahwa infrastruktur di Amerika Serikat saat ini belum memadai untuk memproduksi secara mandiri ponsel kelas menengah dengan harga tersebut. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya praktik pelabelan ulang dari manufaktur di Asia.
Kecaman keras dari publik juga terus mengalir di platform X terkait nilai produksi perangkat yang dianggap berada jauh di bawah harga jual resminya.
"Mereka hanya 'merakit' ponsel Tiongkok ke dalam kotak kardus," tulis salah satu pengguna platform X.
Hingga saat ini, manajemen Trump Mobile belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan kemiripan desain gawai yang sudah dilengkapi dengan aplikasi Truth Social bawaan tersebut.