Donald Trump Borong Obligasi Senilai 51 Juta Dollar AS pada Maret 2026

Donald Trump Borong Obligasi Senilai 51 Juta Dollar AS pada Maret 2026
Foto: Ilustrasi Donald Trump Borong Obligasi Senilai 51 Juta Dollar AS pada Maret 2026.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan aksi beli instrumen obligasi dengan nilai minimal mencapai 51 juta dollar AS atau setara Rp 879,8 miliar pada Maret 2026. Laporan investasi besar-besaran ini terungkap melalui dokumen pengungkapan keuangan terbaru yang diterbitkan oleh Kantor Etika Pemerintah Amerika Serikat.

Aktivitas finansial tersebut mencakup sekitar 175 transaksi yang dilakukan sepanjang bulan Maret. Sebagaimana dilansir dari Money, dokumen resmi tersebut tidak merinci nilai nominal setiap transaksi secara presisi, melainkan menyajikannya dalam bentuk rentang nilai tertentu.

Mayoritas dana investasi Trump dialokasikan pada obligasi daerah atau municipal bonds. Instrumen utang ini diterbitkan oleh berbagai entitas publik, mulai dari pemerintah negara bagian, pemerintah kabupaten, distrik sekolah, hingga proyek kemitraan pemerintah dengan pihak swasta.

Data menunjukkan terdapat 26 transaksi skala besar yang berada pada kisaran 1 juta hingga 5 juta dollar AS atau sekitar Rp 17,25 miliar sampai Rp 86,26 miliar per transaksi. Sebagian besar dari transaksi signifikan tersebut merupakan kombinasi antara obligasi daerah dan obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Selain surat utang pemerintah, portofolio Trump juga merambah ke sektor swasta melalui pembelian obligasi korporasi. Dua perusahaan yang tercatat sebagai tujuan investasi dalam kategori ini adalah perusahaan kehutanan Weyerhaeuser serta produsen otomotif General Motors.

Strategi diversifikasi aset Trump juga mencakup penempatan dana pada exchange traded fund (ETF). Instrumen ini dirancang untuk melacak pergerakan indeks obligasi dengan imbal hasil yang tinggi di pasar keuangan.

Sektor-sektor yang masuk dalam cakupan portofolio obligasi korporasinya sangat beragam, meliputi industri energi, teknologi, kesehatan, hingga jasa keuangan. Beberapa nama besar yang tercantum dalam daftar tersebut adalah Constellation Energy, Occidental Petroleum, Broadcom, Nvidia, Meta Platforms, dan Microsoft.

Selain raksasa teknologi, Trump juga mengoleksi surat utang dari institusi perbankan ternama di Wall Street seperti Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase. Sektor manufaktur kedirgantaraan juga tidak luput dari investasinya melalui kepemilikan obligasi perusahaan Boeing.

Estimasi akumulasi dari seluruh aktivitas investasi tersebut menunjukkan angka yang jauh lebih besar. Secara total, nilai maksimum dari seluruh kategori kelas aset obligasi yang dibeli oleh Trump diperkirakan menyentuh angka 161 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,78 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi