Kenaikan Dolar AS Turunkan Trafik Pengunjung Mal di Jakarta

Kenaikan Dolar AS Turunkan Trafik Pengunjung Mal di Jakarta
Foto: Ilustrasi Kenaikan Dolar AS Turunkan Trafik Pengunjung Mal di Jakarta.

Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan di Jakarta pada hari kerja mengalami penurunan sebesar 15 hingga 20 persen akibat lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang memicu kenaikan harga barang dan jasa pada Rabu (20/5/2026).

Kondisi ekonomi tersebut diperparah oleh pendapatan masyarakat yang stagnan, sehingga para pekerja memilih untuk membatasi pengeluaran sehari-hari. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, fenomena ini mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat di ibu kota.

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, memberikan penjelasan mengenai situasi lonjakan harga yang kini sedang dihadapi oleh masyarakat.

"Semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan-kenaikan harga di masyarakat," kata Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta dalam konferensi pers Festival Jakarta Great Sale 2026, Rabu (20/5/2026).

Pelemahan daya beli ini berdampak langsung pada perilaku karyawan kantor yang kini menahan diri untuk tidak makan siang di mal dan lebih memilih membawa bekal dari rumah. Hal tersebut menjadi pemicu utama penurunan trafik pengunjung khusus pada hari kerja.

"Kita sudah mempelajari apa penyebabnya. Ya mungkin semua karyawan-karyawan juga menahan diri, yang biasanya kalau bekerja lima hari, lima hari makan di pusat belanja, sekarang mungkin cuma dua hari, yang lainnya mungkin bawa dari rumah. Itu yang saya dengar," jelas Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta.

Meskipun terjadi penurunan kunjungan pada hari kerja, jumlah pengunjung pada akhir pekan tercatat tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan. Sektor hiburan untuk anak-anak menjadi faktor penarik utama bagi kunjungan keluarga ke pusat perbelanjaan.

"Memang terjadi penurunan trafik di pusat belanja, sebagian besar itu kurang lebih antara 15-20% pada saat weekdays, saya katakan weekdays. Tapi untuk weekend itu bisa tinggi sekali, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi suatu keanehan sedikit, tetapi dibilang aneh juga tidak," terang Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta.

Pengelola pusat perbelanjaan saat ini terus memperkuat daya tarik fasilitas rekreasi untuk mempertahankan minat kunjungan keluarga di masa mendatang.

"Pusat belanja itu mempunyai daya tarik tersendiri, terutama kita perkuat kepada anak-anak. Sekali anak-anak cinta ke pusat belanja itu, dia akan minta orangtuanya untuk datang ke sana lagi, ke sana lagi. Jadi anak-anak itu juga perlu di-entertain," ujar Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi